Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Persediaan minyak sawit Malaysia turun tajam pada Maret 2026, mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut dan menyentuh level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Melansir Reuters Jumat (10/4/2026), berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board (MPOB), stok minyak sawit Malaysia anjlok 16,1% menjadi 2,27 juta ton pada Maret, dari 2,70 juta ton pada Februari.
Baca Juga: Republik Gagalkan Upaya Demokrat Hentikan Perang Iran, Isu Pemakzulan Trump Menguat
Meski turun signifikan, angka tersebut sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Penurunan stok terjadi seiring lonjakan ekspor yang berhasil mengimbangi kenaikan produksi.
Volume ekspor minyak sawit melonjak 40,7% menjadi 1,55 juta ton, tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Sementara itu, produksi crude palm oil (CPO) naik 7,2% menjadi 1,38 juta ton, mengakhiri tren penurunan selama empat bulan.
Meski demikian, angka tersebut masih menjadi produksi Maret terendah dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Taiwan Waspadai Lonjakan Aktivitas Militer China di Tengah Retorika Damai
Penurunan stok di produsen sawit terbesar kedua dunia ini berpotensi menopang harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia yang dalam beberapa pekan terakhir menguat, didorong kenaikan harga energi akibat konflik Iran.
Head of Research Sunvin Group Anilkumar Bagani menilai, meskipun terjadi penurunan tajam, level stok saat ini masih tergolong tinggi untuk periode ini.
Ia menambahkan, kinerja ekspor yang kuat perlu berlanjut pada April agar dapat terus menopang pasar, mengingat produksi masih relatif tinggi sementara ekspor pada awal bulan ini menunjukkan pelemahan.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak kedelai global membuat diskon harga minyak sawit terhadap produk pesaingnya semakin lebar.
Kondisi ini berpotensi menarik kembali minat pembeli dari India, setelah sebelumnya cenderung menahan pembelian.
Data menunjukkan impor minyak sawit India turun hampir 19% pada Maret ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga Jumat (10/4), Dipicu Prospek Suku Bunga AS
Secara rinci, realisasi data MPOB untuk Maret 2026 mencatat:
- Produksi: 1,38 juta ton (perkiraan Reuters: 1,34 juta ton)
- Stok: 2,27 juta ton (perkiraan: 2,18 juta ton)
- Ekspor: 1,55 juta ton (perkiraan: 1,56 juta ton)
- Impor: 66.801 ton
Perkembangan ini akan terus dicermati pelaku pasar, terutama untuk melihat keseimbangan antara produksi dan ekspor dalam menentukan arah harga minyak sawit global ke depan.












