Reporter: Edy Can, Guardian | Editor: Edy Can
LONDON. Cerita Irak mempunyai senjata pembunuh massal ternyata hanya isapan jempol. Buktinya, sumber Amerika Serikat yang menyatakan kabar itu ternyata berbohong.
Rafid Ahmed Alwan al Janabi, sumber intelijen Amerika Serikat dan Jerman dengan kode sandi Curveball mengaku telah berbohong. Dia mengaku telah mengarang cerita soal senjata biologis dan aksi mencurigakan untuk menjatuhkan Presiden Saddam Hussein.
"Mereka telah memberikan saya kesempatan. Saya harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat sesuatu untuk menjatuhkan rezim tersebut," katanya.
Pengakuan Janabi ini muncul setelah peringatan delapan tahun ucapan bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell di PBB soal senjata pemusnah massal Irak. Pada 5 Februari 2003 lalu, Powel menyakini Irak mempunyai senjata pembunuh massal berdasarkan pengakuan Janabi tersebut.
Bekas Kepala CIA untuk Eropa Tyler Drumheller menilai, pengakuan Janabi sangat menarik. Dia meminta, ada klarifikasi atas pernyataan itu. "Saya pikir masih ada sebagian orang berpikir ada sesuatu di sana sampai sekarang," katanya.













