kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Bahan Bakar Meroket, Qantas Pangkas Rute Domestik


Selasa, 14 April 2026 / 18:00 WIB
Harga Bahan Bakar Meroket, Qantas Pangkas Rute Domestik
ILUSTRASI. Pesawat QANTAS (Qantas Airways/via REUTERS)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah mulai menekan kinerja sektor penerbangan. Qantas Airways Ltd. mengungkapkan biaya bahan bakar yang meroket memaksanya menyesuaikan strategi operasional, termasuk memangkas kapasitas penerbangan domestik.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip Bloomberg (14/4), Qantas menyebut harga bahan bakar jet telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak proyeksi terakhir pada akhir Februari, tepat sebelum konflik Iran pecah. Meski sekitar 90% kebutuhan bahan bakar paruh kedua telah dilindung nilai (hedging), perusahaan tetap terpapar kenaikan margin pemurnian bahan bakar jet yang melesat tajam.

Margin tersebut naik dari sekitar US$ 20 per barel pada Februari menjadi sekitar US$ 120 pada puncaknya. Kenaikan ini membuat tagihan bahan bakar Qantas untuk paruh kedua tahun ini diperkirakan membengkak menjadi A$ 3,1 miliar hingga A$ 3,3 miliar, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar A$ 2,5 miliar.

Baca Juga: Qantas Naikkan Tarif Penerbangan Internasional Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar

Tekanan biaya ini turut memukul sentimen pasar. Saham Qantas sempat turun hingga 3,8% pada awal perdagangan di Sydney dan telah melemah sekitar 12% sejak konflik dimulai.

Untuk meredam dampak volatilitas harga energi, Qantas memangkas kapasitas domestik kuartal keempat sekitar 5 poin persentase, termasuk pada anak usahanya berbiaya rendah, Jetstar. Di saat yang sama, maskapai ini mengalihkan sebagian kapasitas dari rute Amerika Serikat dan domestik guna memperbanyak penerbangan ke Paris dan Roma, seiring meningkatnya permintaan rute Eropa yang menghindari kawasan Timur Tengah.

Qantas menyatakan pasokan bahan bakar masih aman hingga Mei. Namun, lonjakan biaya energi ini menegaskan risiko rambatan konflik geopolitik terhadap inflasi global dan kinerja sektor transportasi, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli serta mobilitas ekonomi.

Baca Juga: PM Australia dan Singapura Sepakat Mempererat Kerjasama Energi, Atasi Gejolak Global


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×