kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.791   6,00   0,04%
  • IDX 8.088   -34,41   -0,42%
  • KOMPAS100 1.135   -1,99   -0,18%
  • LQ45 824   0,40   0,05%
  • ISSI 286   -3,39   -1,17%
  • IDX30 431   0,81   0,19%
  • IDXHIDIV20 516   0,96   0,19%
  • IDX80 127   0,05   0,04%
  • IDXV30 141   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,10   -0,07%

Surplus China 2025: Ini 15 Negara Penyumbang Terbesar, Ada Indonesia?


Rabu, 04 Februari 2026 / 09:21 WIB
Surplus China 2025: Ini 15 Negara Penyumbang Terbesar, Ada Indonesia?
ILUSTRASI. China mencetak surplus perdagangan US$1,19 triliun pada 2025. Temukan 15 negara penyumbang terbesar dan dampaknya pada ekonomi global. (Wang He/ChinaImages/via REUTERS)


Sumber: Visual Capitalist | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Surplus perdagangan terjadi ketika suatu negara mengekspor lebih banyak barang dan jasa dibandingkan impornya, sehingga menghasilkan arus masuk devisa bersih. Menurut data General Administration of Customs, pada 2025, surplus perdagangan China melonjak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, menembus angka US$ 1,19 triliun.

Data yang dirilis Visual Capitalist menunjukkan negara-negara yang paling besar berkontribusi terhadap surplus tersebut. Data ini menyoroti 15 mitra dagang utama yang menyumbang surplus terbesar bagi China, sekaligus menggambarkan pola ketergantungan dan ketidakseimbangan ekonomi global.

Rincian Surplus Perdagangan China per Negara

Hong Kong menempati posisi teratas dengan surplus sebesar US$303,9 miliar, terutama karena aktivitas re-ekspor dan perdagangan transshipment.

1. Hong Kong – US$ 303,93 miliar

2. Amerika Serikat – US$ 280,35 miliar

3. India – US$ 116,12 miliar

4. Vietnam – US$ 100,15 miliar

5. Belanda – US$ 73,39 miliar

6. Inggris – US$ 66,44 miliar

7. Thailand – US$ 53,75 miliar

8. Singapura – US$ 46,08 miliar

9. Filipina – US$ 38,87 miliar

Baca Juga: Dolar AS Stabil Rabu (4/2) Pagi, Yen Berfluktuasi Jelang Pemilu Jepang

10. Italia – US$ 26,31 miliar

11. Jerman – US$ 25,42 miliar

12. Malaysia – US$ 15,69 miliar

13. Prancis – US$ 11,63 miliar

14. Kanada – US$ 6,21 miliar

15. Indonesia – US$ 3,16 miliar

Setelah Hong Kong, Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan surplus sekitar US$ 280 miliar, melanjutkan ketidakseimbangan perdagangan yang telah berlangsung lama. India dan Vietnam, masing-masing di atas US$ 100 miliar, menegaskan semakin eratnya hubungan dagang China dengan negara-negara Asia.

Mengapa Surplus Perdagangan China Sangat Besar?

Meski meningkatnya proteksionisme, tarif, dan ketegangan diplomatik, mesin manufaktur China tetap sangat kuat. Bahkan tarif dari Amerika Serikat belum mampu menahan arus ekspor barang elektronik konsumen, mesin, dan barang antara (intermediate goods) dari China.

Salah satu penyebab utamanya adalah peran China dalam rantai pasok global. Banyak produk, terutama elektronik, masih dirakit atau diselesaikan di China sebelum dikirim ke berbagai negara. Peran China sebagai “pabrik dunia” ini membuat ekspornya tetap tinggi, meskipun ada upaya global untuk mengurangi ketergantungan (decoupling).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Rabu (4/2) Pagi: Brent ke US$67,98 & WTI ke US$63,90




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×