kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.048   88,00   0,49%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Survei: Hanya 44% orang Korea Selatan yang merasa perlu ada unifikasi Korea


Rabu, 06 Oktober 2021 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. Presiden Korea Selatan Moon Jae In dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara penyambutan resmi di Bandara Internasional Pyongyang Sunan, Pyongyang.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dua Korea pada Senin (4/10) sepakat untuk membuka kembali hotline telepon yang beberapa waktu lalu diputus oleh Korea Utara. Dibukanya kembali hotline ini juga merupakan desakan dari Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pekan lalu menyatakan keinginannya untuk mengaktifkan kembali hotline yang terputus sejak Agustus sebagai protes terhadap latihan militer Korea Selatan-AS.

Penutupan kali itu terjadi hanya beberapa hari setelah hotline tersebut dibuka kembali untuk pertama kalinya dalam setahun.

Dilansir Reuters dari KCNA, sambungan telepon antar-Korea mulai beroperasi kembali pada Senin pukul 9:00 pagi waktu setempat.

Korea Selatan mengonfirmasikan, komunikasi reguler sebanyak dua kali sehari akan langsung dijalankan tepat waktu melalui hotline militer dan lainnya yang dijalankan oleh Kementerian Unifikasi, kecuali untuk saluran angkatan laut yang didirikan pada jaringan internasional untuk kapal dagang.

Selanjutnya: Presiden Korea Selatan pertimbangkan larangan konsumsi daging anjing




TERBARU

[X]
×