kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.250   118,21   1,45%
  • KOMPAS100 1.166   20,12   1,76%
  • LQ45 838   8,68   1,05%
  • ISSI 294   5,69   1,97%
  • IDX30 434   3,54   0,82%
  • IDXHIDIV20 518   -0,72   -0,14%
  • IDX80 130   2,10   1,64%
  • IDXV30 142   0,90   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,13   -0,09%

Survei Reuters: Tak sampai separo orang AS yang ingin Trump lengser


Jumat, 20 Desember 2019 / 07:27 WIB
Survei Reuters: Tak sampai separo orang AS yang ingin Trump lengser
ILUSTRASI. Aksi dukungan atas pemakzulan dan pencopotan Presiden AS Donald Trump di Capitol Hill, Washington, 18 Desember 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Ketua Kongres Senator Mitch McConnell mengatakan, tidak ada kemungkinan Presiden dihukum.

Publik tetap terpecah tajam soal pemakzulan Trump, yang mengecam proses impeachment sebagai perburuan para penyihir dan upaya ilegal untuk menggulingkannya dari jabatan sebagai Presiden.

Secara keseluruhan, hanya 44% publik AS yang menyetujui penanganan pemakzulan Trump oleh DPR, sementara 41% lainnya tidak setuju.

Baca Juga: Dan, Trump pun jadi Presiden AS ketiga yang dimakzulkan

Dan, saat ditanya bagaimana perasaan mereka terhadap Presiden pasca pemakzulan, sebanyak 26% menjadi lebih mendukung Trump, 20% kurang mendukung, dan 48% tidak mengubah pandangan mereka.

"Jika Trump dibebaskan dan dia melakukan putaran kemenangan, itu benar-benar bisa menjadi minus baginya," kata pengamat politik Universitas Michigan Nicholas Valentino. "Itu bisa menjadi alat mobilisasi untuk Demokrat".

Reuters/Ipsos melakukan jajak pendapat secara online dalam bahasa Inggris di seluruh AS. Ada 1.108 orang menjadi responden dalam survei daring pada 18-19 Desember lalu dan memiliki interval kredibilitas, ukuran ketepatan, 3%.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×