kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45756,63   -3,70   -0.49%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Survei terbaru: Mayoritas penduduk China tidak suka AS, ini alasannya


Selasa, 11 Agustus 2020 / 10:22 WIB
Survei terbaru: Mayoritas penduduk China tidak suka AS, ini alasannya
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019.

Sumber: Global Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dan AS dianggap akan menjadi dua poros dunia saat ini berkat pengaruhnya yang sangat luas. Kedua negara ini juga dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya kepada satu sama lain.

Dalam beberapa tahun belakangan ini perang dagang China-AS terus terjadi dan memberikan dampak ke masing-masing pihak. Aktivitas kedua negara di Laut China Selatan belakangan ini semakin membuat panas hubungan kedua negara.

Tindakan balas dendan yang diambil pemerintah China sebagai respon atas provokasi AS ternyata mendapatkan dukungan dari publik. Saat ini semakin banyak penduduk China yang menyatakan ketidaksukaannya terhadap AS.

Ketengangan yang terjadi tahun ini bahkan dinilai sebagai fase terburuk yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada akhir 1970-an silam.

Baca Juga: Balas dendam, China jatuhkan sanksi kepada 11 pejabat AS terkait urusan Hong Kong

Global Times, media online China berbahasa Inggris, pada hari Senin (10/8) kemarin mengadakan survei daring kepada masyarakat China melalui website serta media sosial resmi mereka. Dalam survei terbaru ini Global Times mencoba memetakan pandangan masyarakat awam terhadap AS.

Jumlah peserta survei telah tercatat sebanyak 48.429 orang pada pukul 10:00 pagi, hari Senin waktu setempat. Survei ini mencakup enam pertanyaan yang berkaitan mengenai upaya AS yang hendak memprovokasi China serta hal-hal yang perlu dilakukan untuk membalas AS.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar netizen China percaya bahwa sanksi yang diterapkan pemerintah Trump terhadap beberapa pejabat China akibat Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong hanya sekadar gertakan belaka.

Menurut para netizen, upaya ini hanya dilakukan untuk mendongkrak pamor Trump dalam pemillu saja dan tidak ada kaitannya sama sekali tentang demokrasi atau kebebasan.

Baca Juga: Begini cara China meningkatkan patriotisme penduduknya



TERBARU

[X]
×