kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tegang, Kapal Perang China Hanya Berjarak 137 Meter dari Kapal Perusak Rudal AS


Senin, 05 Juni 2023 / 06:23 WIB
ILUSTRASI. Sebuah kapal perang China hanya berjarak 150 yard atau setara dengan 137 meter dari kapal perusak rudal AS di Selat Taiwan. REUTERS/Jason Lee


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KETEGANGAN DI SELAT TAIWAN - Sebuah kapal perang China hanya berjarak 150 yard atau setara dengan 137 meter dari kapal perusak rudal AS di Selat Taiwan dengan cara yang tidak aman.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh seorang pejabat militer AS.

Sebelumnya, China menyalahkan Amerika Serikat karena sengaja memprovokasi risiko di wilayah tersebut.

Melansir Reuters, Angkatan Laut AS dan Kanada sedang melakukan latihan bersama di selat yang memisahkan pulau Taiwan dan China, ketika kapal China memotong di depan kapal perusak berpeluru kendali AS Chung-Hoon. 

Kapal China memaksa kapal perang AS untuk memperlambat laju kecepatannya untuk menghindari tabrakan. Demikian penyataan resmi Komando Indo-Pasifik AS pada hari Sabtu (3/6/2023).

Republik Rakyat Tiongkok (RRC) telah mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya sejak pemerintah Republik Tiongkok yang kalah melarikan diri ke pulau itu pada tahun 1949 setelah kalah dalam perang saudara melawan komunis Mao Zedong. 

Baca Juga: Angkatan Laut China Simulasikan Pendaratan Pasukan Amfibi di Sekitar Taiwan

Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa RRT tidak pernah menguasai pulau itu. Sementara, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS akan membela Taiwan jika terjadi invasi China.

Militer China menegur Amerika Serikat dan Kanada karena "sengaja memprovokasi risiko" setelah angkatan laut negara tersebut melakukan pelayaran bersama yang jarang terjadi melalui Selat Taiwan yang sensitif.

Armada ke-7 Angkatan Laut AS mengatakan Chung-Hoon dan Montreal Kanada melakukan transit "rutin" di selat itu pada Sabtu.

Baca Juga: China Siap Menghancurkan Segala Bentuk Kemerdekaan Taiwan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×