kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Tegang! Rusia Gelar Simulasi Besar Serangan Nuklir, Libatkan Nuklir 3 Serangkai


Rabu, 30 Oktober 2024 / 06:47 WIB
Tegang! Rusia Gelar Simulasi Besar Serangan Nuklir, Libatkan Nuklir 3 Serangkai
ILUSTRASI. Rusia uji coba tembak rudal pada jarak ribuan mil pada hari Selasa (29/10/2024) untuk mensimulasikan respons nuklir "besar-besaran" terhadap serangan pertama musuh. MANAN VATSYAYANA/Pool via REUTERS 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sejak dimulainya perang, Putin telah mengirimkan serangkaian sinyal tajam ke Barat, termasuk dengan mengubah posisi Rusia pada perjanjian nuklir utama dan mengumumkan pengerahan rudal nuklir taktis ke negara tetangga Belarus.

Ukraina menuduhnya melakukan pemerasan nuklir. NATO mengatakan tidak akan terintimidasi oleh ancaman Rusia.

Bulan lalu pemimpin Kremlin menyetujui perubahan pada doktrin nuklir resmi, memperluas daftar skenario di mana Moskow akan mempertimbangkan penggunaan senjata semacam itu.

Berdasarkan perubahan tersebut, Rusia akan menganggap setiap serangan terhadapnya yang didukung oleh kekuatan nuklir sebagai serangan bersama - sebuah peringatan kepada Amerika Serikat untuk tidak membantu Ukraina menyerang jauh ke Rusia dengan senjata konvensional.

Putin mengatakan bahwa Rusia tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk mencapai kemenangan di Ukraina.

Rusia adalah kekuatan nuklir terbesar di dunia. Bersama-sama, Rusia dan AS mengendalikan 88% hulu ledak nuklir dunia.

Tonton: Rusia Kerahkan Tentara Bayaran Korea Utara ke Garis Depan Ukraina Pakai Truk Sipil

Pejabat AS mengatakan mereka tidak melihat adanya perubahan pada posisi penempatan nuklir Rusia selama perang.

Namun, Amerika Serikat pada tahun 2022 sangat khawatir tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia sehingga memperingatkan Putin tentang konsekuensi penggunaan senjata tersebut, menurut Direktur Badan Intelijen Pusat Bill Burns.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×