Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Dokumenter tersebut juga mengangkat kasus seorang pejabat di Provinsi Henan yang meninggal akibat konsumsi alkohol berlebihan usai jamuan yang melanggar aturan partai, serta dua pejabat tingkat bawah yang memanfaatkan celah sistem dana pensiun untuk menggelapkan uang.
Tahun lalu, China merevisi aturan penghematan bagi anggota Partai Komunis dan aparatur negara. Aturan baru itu melarang jamuan mewah, proyek infrastruktur mubazir, perlengkapan mobil dinas berlebihan, serta penggunaan tanaman hias dan dekorasi berlebihan dalam rapat kerja.
Xi menegaskan China harus mendorong upaya antikorupsi dengan tekad yang lebih kuat dan mencari cara-cara baru untuk menghadapi pola-pola korupsi yang terus berkembang.
Meski kampanye antikorupsi yang semakin agresif telah menjerat banyak pejabat, sejumlah pengamat menilai masih ada kekhawatiran terkait lemahnya fondasi kelembagaan yang berkelanjutan untuk menekan korupsi dalam jangka panjang.
Tonton: Perjalanan Karier Hasan Aula: Dari Pekerja Pabrik Hingga Jadi Wadirut Erajaya
Alfred Wu, dosen dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura, mengatakan meskipun komite disiplin tampak sangat kuat, keterbatasan independensi institusional dapat membatasi efektivitas mereka, terutama di tingkat daerah.
Menurutnya, mekanisme pengawasan yang lebih independen berpotensi memberikan hasil yang lebih tahan lama dibanding pendekatan kampanye besar-besaran semata.













