kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Tekanan Meningkat, Ekonomi Tumbuh Tersendat


Jumat, 09 Januari 2026 / 21:25 WIB
Tekanan Meningkat, Ekonomi Tumbuh Tersendat
ILUSTRASI. Ekonomi Dunia. (Ken Ruinard/USA TODAY via REUTERS)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 2,7%. Tarif impor Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih memberi tekanan terhadap ekonomi.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global, serta memanasnya tensi geopolitik juga kembali membayangi prospek pemulihan ekonomi dunia.

Dalam laporan World Economic Situation and Prospects, PBB memperkirakan pertumbuhan global baru akan naik tipis menjadi 2,9% pada 2027. Tapi proyeksi ini juga masih jauh di bawah rata-rata 3,2% pada periode sebelum pandemi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai, kombinasi ketegangan ekonomi, geopolitik, dan teknologi kini membentuk lanskap baru ekonomi yang sarat risiko.

Toh, di tengah tekanan, PBB mencatat ekonomi global menunjukkan ketahanan yang cukup mengejutkan. Belanja konsumen yang masih solid dan inflasi yang mulai melandai membantu menjaga laju pertumbuhan, meski sejumlah masalah struktural dinilai belum sepenuhnya selesai.

Baca Juga: Trump Kucurkan Dana untuk KPR

Tahun ini, ekonomi AS diperkirakan hanya tumbuh sekitar 2% sebelum naik tipis menjadi 2,2% pada 2027. Sementara itu, ekonomi Jepang diproyeksikan tumbuh 0,9% tahun ini dan 1% pada 2027.

Konsumsi Jepang diprediksi mulai pulih, tetapi kinerja ekspor, terutama otomotif, masih tertekan oleh tarif AS yang lebih tinggi dan ketidakpastian kebijakan global.

Di kawasan Eropa, pertumbuhan ekonomi Uni Eropa diperkirakan melambat dari 1,5% pada 2025 menjadi 1,4% pada 2026 seiring tekanan terhadap ekspor. Namun, PBB memproyeksikan ekonomi Eropa bisa kembali menguat sekitar 1,6% pada 2027.

Di tengah perlambatan negara maju, sejumlah negara berkembang seperti China, India, dan Indonesia justru diperkirakan mencatat pertumbuhan solid. Meski begitu, China diproyeksikan melambat dengan pertumbuhan 4,6% pada 2026 dan 4,5% pada 2027, lebih rendah dibanding estimasi 2025 sebesar 4,9%.

Baca Juga: Ketika Pintu Eksklusif Soho House Tak Lagi Tertutup Rapat

Selanjutnya: Bulog Stok Pangan 3X Lipat di Wilayah Bencana Sumatra, Aceh Pegang 64.889 Ton Beras

Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik




TERBARU

[X]
×