kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Terkait Myanmar, China: Agen AS di luar negeri menunjukkan wajah egois dan munafik


Senin, 20 Juli 2020 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi ketegangan antara Amerika dan China yang semakin meningkat. KONTAN/Fransiskus Simbolon/16/05/2019


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Naluri Myanmar sejak kemerdekaan pada 1948 adalah berusaha berteman dengan semua orang, tetapi tidak jelas apakah itu akan tetap mungkin, dalam periode persaingan adikuasa yang semakin meningkat," katanya.

Baca Juga: Langka, dua kapal induk AS latihan perang bersama di Laut China Selatan

"Beratnya revolusi industri raksasa China sudah mengubah Myanmar; jika proyek infrastruktur multi-miliar dolar ditambahkan ke dalam campuran, perbatasan antara kedua negara akan menjadi semakin sulit dilihat," katanya.

Baca Juga: Hampir 100 juta warga China terancam tak bisa masuk ke Amerika, Beijing: Konyol!

"Penting untuk diingat bahwa Myanmar adalah salah satu dari sedikit negara di dunia di mana Perang Dingin terakhir menyebabkan pertempuran bersenjata proksi yang pada gilirannya menyebabkan kediktatoran militer dan dekade isolasi diri," jelas Thant Myint-U.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×