Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - BEIRUT. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan para pemimpin Lebanon dan Israel akan berbicara. Dia menambahkan "berusaha untuk mendapatkan sedikit ruang bernapas" antara kedua negara itu, setelah lebih dari enam minggu perang antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah.
"Sudah lama sekali sejak kedua pemimpin itu berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok. Bagus!" tulis Trump dalam sebuah unggahan media sosial yang dipublikasikan sebelum tengah malam pada hari Rabu, waktu Washington.
Unggahan itu tidak menyebutkan pemimpin Lebanon dan Israel mana yang akan berbicara, atau memberikan detail lebih lanjut.
Kantor Perdana Menteri Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar. Tidak ada tanggapan segera atas permintaan komentar dari kantor Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam.
Baca Juga: SoftBank Bakal Rilis Obligasi, Target Dana US$ 1,5 Miliar dan 1,75 Miliar Euro
Asal tahu saja, konflik ini bermula dari perang AS-Israel dengan Iran, dengan Hizbullah yang didukung Iran melepaskan tembakan untuk mendukung Teheran pada 2 Maret, yang memicu serangan Israel di Lebanon hanya 15 bulan setelah konflik terakhir.
Rabu (15/4/2026), AS menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Kabinet keamanan Israel mengadakan pertemuan pada Rabu (15/4/2026) malam untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Lebanon, kata seorang pejabat senior Israel.
Pejabat senior Israel lainnya dan seorang pejabat senior Lebanon mengatakan pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan berat dari Washington untuk mencapai gencatan senjata di Lebanon.
Netanyahu, dalam pernyataan video yang dirilis pada Rabu malam, mengatakan militer Israel terus menyerang Hizbullah dan akan segera "menaklukkan" kota Bint Jbeil di Lebanon selatan.
Pejabat senior Lebanon mengatakan bahwa penilaian Lebanon adalah Israel ingin mengamankan kemenangan di Bint Jbeil sebelum kemajuan diplomatik dapat dicapai.
Baca Juga: Segera Terapkan Mandat B12, Konsumsi Biodisel Bakal Naik
Militer Israel mengatakan pasukannya terus melakukan "operasi darat yang ditargetkan di Lebanon selatan".
Di Israel, sirene berbunyi memperingatkan adanya serangan roket, membuat penduduk beberapa kota di Israel utara berlari ke tempat perlindungan bom. Tidak ada laporan langsung tentang korban luka.
Hezbollah terus melancarkan serangannya, menembakkan roket ke dua kota di Israel, seperti yang dilaporkan oleh televisi al-Manar milik kelompok tersebut.













