kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tetangga Ukraina ajukan permohonan gabung ke Rusia


Senin, 24 Maret 2014 / 11:18 WIB
Tetangga Ukraina ajukan permohonan gabung ke Rusia
ILUSTRASI. Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Pantai Batu Bolong di Canggu, Badung, Bali, Senin (7/2/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BERLIN. Pada Selasa (18/3) lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani pakta untuk menjadikan Crimea sebagai bagian dari Rusia. Hampir bersamaan dengan itu, sebuah wilayah di mana tak banyak orang yang tahu di kawasan Moldova, juga mengajukan diri untuk bergabung dengan Rusia.

Loyalis Rusia di kawasan Trans-Dniester yang berbagi perbatasan dengan Ukraina ini, telah mengajukan permohonan kepada perlemen di Rusia untuk menuliskan hukum baru yang memperbolehkan mereka bergabung ke negara tersebut.

Asal tahu saja, wilayah Trans-Dniester memisahkan diri dari Moldova sekitar tahun 1990 dan gagal memproklamirkan kemerdekaannya di tahun 2006. Pada tahun itu, Trans-Dniester menggelar referendum namun tidak diakui secara internasional.

Kawasan ini memang tidak mau berpisah dari Uni Soviet pada saat runtuh.

Menurut Otilia Dhand, vice president at advisory and intelligence firm Teneo Intelligence, Trans-Dniester sudah mengajukan permohonan untuk bergabung ke Rusia selama dua dekade. Sehingga sekarang merupakan momen yang tepat untuk mengajukannya lagi.

Namun, menurut Dhand, hingga sekarang Kremlin tidak terlalu tertarik untuk menarik wilayah ini karena tak banyak menawarkan keuntungan baik secara geografis maupun ekonomi.

"Ada sekitar 550.000 penduduk Trans-Dniester yang memiliki dualisme kewarganegaraan. Sekitar 15.000 penduduk memiliki dua kewarganegaraan dengan Rusia. Sisanya ada yang Ukraina atau Rumania," jelas Dhand. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×