kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Timur Tengah memanas, Jepang siap mengirimkan pasukan


Senin, 06 Januari 2020 / 14:25 WIB
Timur Tengah memanas, Jepang siap mengirimkan pasukan
ILUSTRASI. Pasukan Bela Diri Angkatan Laut Jepang (22/3/2017). March 22, 2017. REUTERS/Toru Hanai

Sumber: Reuters | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan rencananya untuk mengerahkan pasukan ke Timur Tengah untuk memastikan keselamatan kapal-kapalnya.

Ketegangan di kawasan ini makin memanas setelah pembunuhan jenderal top Iran oleh Amerika Serikat (AS).

Seperti diberitakan Reuters, Abe meminta negara-negara yang terlibat untuk melakukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga: Sosok Soleimani: Veteran perang Iran–Irak yang sangat ditakuti Amerika

“Ketegangan meningkat di Timur Tengah dan saya sangat khawatir. Peningkatan lebih lanjut harus dihindari dan saya meminta semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan semua upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan,” kata Abe, Senin (6/1).

"Kami berencana untuk mengirim Pasukan Bela Diri ke wilayah ini untuk memperkuat pengumpulan informasi dan mengamankan jalur dari kapal-kapal Jepang," kata Abe.

Seperti yang diketahui, Amerika Serikat pada pekan lalu membunuh Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak dalam sebuah konvoi di Bandara Baghdad.

Pemerintah Jepang pada akhir bulan lalu mengumumkan bahwa mereka akan mengirim sebuah kapal perang dan pesawat patroli ke Timur Tengah yang merupakan salah satu sumber utama impor minyak mentah Jepang.

Baca Juga: DPR Amerika Serikat akan lakukan voting untuk batasi aksi militer terkait Iran

Sekutu Amerika ini sendiri telah menjaga hubungan persahabatan dengan Iran dan memilih untuk meluncurkan operasinya sendiri daripada bergabung dengan misi yang dipimpin AS untuk melindungi pengiriman di wilayah tersebut.

Sementara Parlemen Irak mengeluarkan resolusi yang menyerukan pasukan AS dan asing lainnya untuk meninggalkan Irak. Sebab, kehadiran mereka bisa membawa Irak ke dalam perang baru.

Meskipun tidak mengikat, Pemerintah Irak akan mempertimbangkan resolusi tersebut. Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi sebelumnya meminta parlemen untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing sesegera mungkin.



TERBARU

[X]
×