Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara langsung dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, mempertegas dinamika diplomasi yang kembali menghangat di tengah tekanan militer dan politik Washington terhadap Caracas.
Kepada wartawan di Air Force One, Trump hanya menjawab singkat ketika ditanya soal komunikasi tersebut.
“Saya tidak ingin mengomentarinya. Jawabannya ya,” ujarnya.
The New York Times sebelumnya melaporkan bahwa pembicaraan itu berlangsung awal bulan ini dan mencakup kemungkinan pertemuan kedua pemimpin di Amerika Serikat.
Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Permintaan Trump Bangun Basis Produksi Indonesia di AS
Pengakuan Trump ini muncul saat ia terus melontarkan retorika keras terhadap Venezuela, sembari tetap membuka peluang negosiasi. Sehari sebelum pernyataan itu, Trump menyatakan wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela harus dianggap “sepenuhnya tertutup,” tanpa memberikan rincian tambahan.
Pernyataan itu memicu kebingungan di Caracas di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap pemerintahan Maduro.
Ketika ditanya apakah pernyataannya soal wilayah udara menandakan serangan AS sudah dekat, Trump menepis dugaan tersebut. “Jangan menafsirkan apa pun dari itu,” katanya.
Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Venezuela, termasuk operasi untuk menggulingkan Maduro.
Reuters melaporkan bahwa militer AS telah memasuki fase baru setelah pengerahan besar-besaran di Karibia dan hampir tiga bulan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.
Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Permintaan Trump Bangun Basis Produksi Indonesia di AS
Selain itu, Trump juga memberi lampu hijau bagi operasi rahasia CIA di negara tersebut.
Pekan lalu, Trump menyatakan kepada anggota militer bahwa AS akan segera memulai operasi darat untuk menghentikan jaringan penyelundupan narkoba yang dituduhkan terkait Venezuela.
Maduro berulang kali membantah memiliki keterlibatan dalam perdagangan narkoba.
Hingga kini, Maduro maupun pejabat tinggi pemerintahannya belum memberikan komentar soal percakapan telepon itu.
Baca Juga: Telepon Tengah Malam Trump ke Modi, Sinyal Reset Hubungan AS-India?
Kepala Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, memilih tidak menanggapi ketika ditanya wartawan. Ia mengatakan fokus konferensi persnya adalah pengumuman penyelidikan legislatif atas serangan kapal AS di Karibia.













