Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Selat Hormuz Lumpuh, Pasokan Energi Terganggu
Perang yang berlangsung kini secara efektif menutup Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Kapal tanker dilaporkan tidak dapat berlayar selama lebih dari sepekan sehingga produsen minyak terpaksa menghentikan produksi karena kapasitas penyimpanan penuh.
Harga minyak acuan global Brent crude sempat melonjak sekitar 7% dan ditutup pada level tertinggi sejak 2022 setelah sebelumnya melonjak hingga 29% dalam sesi perdagangan. Kenaikan terjadi setelah Arab Saudi dan beberapa anggota OPEC memangkas pasokan.
Namun harga kemudian kembali turun dalam perdagangan setelah penutupan pasar.
Lonjakan harga bahan bakar menjadi isu politik penting di Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu November, ketika Partai Republik yang dipimpin Trump berupaya mempertahankan kendali atas Kongres.
Baca Juga: Siapa yang Akan Menyerah Lebih Dulu di Perang Iran, Teheran atau Washington?
Survei Ipsos/Reuters yang dirilis Senin menunjukkan 67% warga Amerika memperkirakan harga bensin akan naik dalam beberapa bulan ke depan, sementara hanya 29% responden yang menyetujui perang tersebut.
Setelah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Trump mengatakan AS akan melonggarkan sanksi terkait minyak terhadap “sejumlah negara” guna meredakan kekurangan pasokan.
Menurut beberapa sumber, langkah itu berpotensi mencakup pelonggaran lebih lanjut terhadap ekspor minyak Rusia.
Kilang Minyak Iran Diserang
Di Iran, ibu kota Teheran diselimuti asap hitam setelah sebuah kilang minyak terkena serangan udara.
Direktur Jenderal World Health Organization Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan, kebakaran tersebut berisiko mencemari makanan, air, dan udara di wilayah sekitar.
Sementara itu, Turki menyatakan sistem pertahanan udara NATO berhasil menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki insiden kedua sejak perang berlangsung.
Baca Juga: Ekonomi Jepang Melejit 1,3% di Kuartal IV-2025, Ditopang Investasi Bisnis yang Kuat
Militer Israel juga melaporkan telah melancarkan serangan baru di Iran bagian tengah serta menyerang ibu kota Lebanon, Beirut, setelah milisi Hezbollah yang didukung Iran menembakkan roket melintasi perbatasan.
Menurut duta besar Iran untuk PBB, serangan AS dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya. Lebanon melaporkan lebih dari 400 orang tewas dan hampir 700.000 orang mengungsi.
Di Israel, petugas ambulans menyebut satu orang tewas akibat serpihan ledakan di lokasi konstruksi dekat bandara internasional Tel Aviv, sehingga total korban tewas akibat serangan Iran di negara itu menjadi 11 orang.













