kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Trump Ancam Larang Jet Bombardier Dijual di AS, Wajib Produksi Lokal


Selasa, 08 September 2026 / 15:29 WIB
Trump Ancam Larang Jet Bombardier Dijual di AS, Wajib Produksi Lokal
ILUSTRASI. Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap perusahaan asal Kanada di tengah memanasnya hubungan perdagangan antara Washington dan Ottawa (REUTERS/Eric Lee)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap perusahaan asal Kanada di tengah memanasnya hubungan perdagangan antara Washington dan Ottawa.

Kali ini, Trump mengancam produsen jet pribadi asal Kanada, Bombardier, agar tidak lagi menjual pesawatnya di pasar AS apabila perusahaan tersebut tidak mulai memproduksi pesawat di dalam negeri.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (7/9/2026). Trump menilai produk Bombardier belum cukup baik untuk dipasarkan di AS.

"TIDAK ADA LAGI PENJUALAN BOMBARDIER DI AMERIKA SERIKAT! Produk mereka tidak cukup bagus!" tulis Trump.

Trump juga meminta Bombardier membangun fasilitas produksi di AS jika ingin tetap mendapatkan akses ke pasar penerbangan terbesar tersebut.

"Jika mereka menginginkan pasar kami, mereka harus membangun di sini, dan berhenti memperlakukan Amerika seperti 'celengan'," ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika sengketa perdagangan antara AS dan Kanada kembali meningkat. Kanada dijadwalkan memberlakukan gelombang tarif balasan terhadap produk AS pada Selasa (8/9/2026), sebagai bagian dari respons Ottawa terhadap kebijakan perdagangan pemerintahan Trump.

Baca Juga: Ekspor China Tumbuh 25%, Ditopang Produk Teknologi

Gedung Putih belum memberikan tanggapan mengenai bagaimana ancaman tersebut akan diberlakukan maupun langkah konkret yang akan ditempuh untuk menghentikan pengiriman jet Bombardier ke AS.

Pasalnya, pesawat Bombardier telah mendapatkan persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA), regulator penerbangan AS. Pesawat produksi perusahaan tersebut juga memenuhi ketentuan dalam kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang turut diperjuangkan Trump.

Sulit Hentikan Penjualan Bombardier

Analis industri kedirgantaraan AS Richard Aboulafia menilai kecil kemungkinan pelanggan jet bisnis Bombardier membatalkan pesanan akibat ancaman Trump.

Aboulafia, yang merupakan managing director AeroDynamic Advisory, perusahaan konsultan manajemen kedirgantaraan, juga mempertanyakan kemampuan pemerintah AS untuk benar-benar menghentikan penjualan pesawat Bombardier.

Menurut dia, sebagian besar jet pribadi Bombardier menggunakan mesin produksi AS. Mesin tersebut dipasok oleh Honeywell Aerospace dan GE Aerospace.

"Sebagian besar jet Bombardier menggunakan mesin AS," kata Aboulafia, seraya menilai kondisi tersebut membuat rantai pasok antara kedua negara sangat terintegrasi.

Industri kedirgantaraan selama ini relatif terhindar dari dampak perang tarif Trump. Arus suku cadang dan pesawat belum secara luas terkena bea masuk.

Berdasarkan data Aerospace Industries Association, sektor kedirgantaraan dan pertahanan AS mencatat surplus perdagangan sebesar US$109,2 miliar. Ekspor sektor tersebut meningkat 25% secara tahunan pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan kuatnya integrasi industri kedirgantaraan Amerika Utara, yang memiliki karakteristik serupa dengan industri otomotif AS yang sangat bergantung pada pasokan komponen dari Kanada.

Baca Juga: Singapore Airlines Suntik Investasi Air India, Ini Jejak Bisnisnya di Maskapai Asing

Bombardier Punya Jejak Bisnis Besar di AS

Bombardier yang berbasis di Montreal merupakan salah satu pesaing Gulfstream Aerospace, produsen jet bisnis asal AS.

Meski merupakan perusahaan Kanada, Bombardier memiliki jejak bisnis yang cukup besar di Amerika Serikat. Perusahaan mempekerjakan sekitar 3.500 pekerja di AS dan memiliki jaringan sekitar 2.800 pemasok di negara tersebut.

Bombardier juga mengoperasikan sejumlah fasilitas produksi dan pusat layanan di AS. Perusahaan bahkan tengah menambah pusat layanan keenam di AS.

Selain itu, Bombardier memproduksi sayap untuk jet andalannya, Global 8000, di Texas.

Bombardier menegaskan kontribusinya terhadap perekonomian AS. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin malam, perusahaan mengatakan menghabiskan lebih dari US$2,5 miliar setiap tahun untuk membeli produk dan jasa dari pemasok AS.

"Rencana kami adalah terus berinvestasi pada karyawan kami, pelanggan kami, dan komunitas tempat kami beroperasi di seluruh negeri," kata Bombardier mengenai aktivitasnya di AS.

Bombardier juga memiliki bisnis pertahanan dengan fasilitas di Kansas. Pabrik tersebut digunakan untuk menyiapkan pesawat yang diproduksi di Kanada untuk kebutuhan misi khusus.

Besarnya pasar AS juga terlihat dari lokasi armada pelanggan Bombardier. Dari sekitar 5.100 pesawat yang dioperasikan pelanggan Bombardier di seluruh dunia, sekitar setengahnya berada di AS.

Baca Juga: Iran Ancam Balas Serangan AS, Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Melambat

Trump Pernah Ancam Bombardier

Ini bukan pertama kalinya Trump menekan Bombardier.

Pada Januari lalu, Trump mengatakan AS akan mencabut sertifikasi jet bisnis Bombardier Global Express. Ia juga mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 50% terhadap seluruh pesawat yang dibuat di Kanada.

Ancaman tersebut dikaitkan dengan permintaan Trump agar regulator Kanada memberikan sertifikasi terhadap sejumlah pesawat produksi Gulfstream.

Namun, kedua ancaman tersebut tidak terealisasi. Pada bulan berikutnya, Kanada justru memberikan sertifikasi terhadap beberapa pesawat Gulfstream.

Di tengah tekanan perdagangan tersebut, Bombardier masih mencatat kinerja bisnis yang positif.

Pada Juli, perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan sebesar US$2,15 miliar, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh kuatnya permintaan terhadap layanan purnajual.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×