Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Hanya dua kali Trump mengakui harga masih terlalu tinggi, itu pun dengan menyalahkan Biden.
Dalam pidato di Pennsylvania pada 9 Desember, ia mengatakan Demokrat membuat harga “terlalu mahal” namun kini “sedang turun”.
Ia juga sempat menyebut istilah “keterjangkauan” sebagai “tipuan Demokrat”, pernyataan yang kemudian ia hentikan setelah menuai kritik.
Empat ahli strategi Partai Republik mengatakan gaya pidato Trump yang berkelok yang ia sebut “the weave” berisiko menenggelamkan pesan ekonomi utamanya.
“Pemilih ingin tahu apa yang dilakukan Trump untuk menurunkan biaya hidup,” kata Doug Heye, ahli strategi Partai Republik. “Tapi pesan itu tenggelam oleh volume retorikanya sendiri.”
Baca Juga: Harga Emas Kembali Berkilau, Ditutup Menguat 3,9% ke US$ 4.964 Per Ons Troi
Solusi Ada, Dampak Terbatas
Bagi banyak warga Amerika, ekonomi masih terasa berat. Inflasi memang turun dari sekitar 3% menjadi 2,7%, tetapi penurunan laju inflasi tidak berarti harga turun hanya naik lebih lambat.
Dalam 12 bulan hingga Desember 2025, harga pangan naik lebih dari 3%, sementara upah per jam rata-rata hanya naik 1,1%. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,4%.
Trump benar mencatat penurunan harga pada beberapa komoditas, seperti telur dan bensin. Harga telur turun sekitar 21% pada Desember dibanding setahun sebelumnya, dan harga bensin turun sekitar 4%.
Namun, biaya keranjang belanja rata-rata tetap meningkat, termasuk kopi, daging, dan sejumlah buah.
Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat, Disokong Kekhawatiran Akan Kemungkinan Konflik Iran-AS
Trump menawarkan sejumlah solusi: pemotongan pajak yang mulai berlaku bulan lalu, penghapusan pajak atas tip, lembur, dan jaminan sosial, rencana menurunkan suku bunga KPR, menekan harga rumah, serta kesepakatan menurunkan harga obat.
Banyak ekonom memperkirakan pemotongan pajak akan berdampak positif dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, kebijakan lain dinilai tidak akan signifikan menurunkan biaya hidup hingga November.
Bahkan, usulan membatasi bunga kartu kredit 10% berpotensi membatasi akses kredit bagi keluarga berpendapatan rendah.
Survei Reuters/Ipsos pada 25 Januari menunjukkan 35% warga Amerika menyetujui penanganan ekonomi Trump naik tipis dari Desember, namun jauh di bawah tingkat persetujuan awalnya setahun lalu.
Baca Juga: Ketua The Fed Jerome Powell Bawa Kabar Buruk bagi Presiden Donald Trump, Apa Itu?
Mengulang Kesalahan Biden
Mantan pejabat ekonomi menilai Trump berisiko mengulangi kesalahan Joe Biden pada 2024, ketika terus menekankan kekuatan ekonomi makro di tengah inflasi tinggi, strategi yang akhirnya merugikan Demokrat di pemilu.
“Penting bagi presiden untuk menunjukkan bahwa mereka memahami penderitaan ekonomi warga,” kata Jared Bernstein, mantan ketua Dewan Penasihat Ekonomi Biden.
“Kami sering berbicara melewati pengalaman nyata orang-orang soal inflasi.”













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)