kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Trump minta suku bunga negatif, Ketua The Fed: Tak sesuai untuk ekonomi AS


Kamis, 14 November 2019 / 14:10 WIB
Trump minta suku bunga negatif, Ketua The Fed: Tak sesuai untuk ekonomi AS
ILUSTRASI. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kebijakan suku bunga negatif tidak sesuai untuk ekonomi Amerika Serikat (AS).

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. The Federal Reserve (The Fed) tetap ogah menerapkan kebijakan suku bunga negatif seperti permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kebijakan suku bunga negatif tidak sesuai untuk ekonomi Amerika Serikat (AS).

Menurut Powell, dengan pertumbuhan ekonomi AS yang sedang berlangsung, pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi stabil, suku bunga negatif bukan kebijakan yang pas. Penegasan Powell ini disampaikan di depan Kongres AS.

Baca Juga: Yang ditunggu-tunggu, ini isi pidato Donald Trump di New York

"Ini merupakan pemulihan yang sangat lambat, tetapi telah berlangsung lama," kata Powell menjawab pertanyataan Senator Partai Republik Texas, Ted Cruz seperti dilansir Reuters, Rabu (13/11) waktu AS.

Trump telah berulang kali menyerukan agar The Fed menurunkan suku bunga. "Suku bunga negatif tentu tidak akan sesuai di lingkungan saat ini," tandas Powell menanggapi pertanyaan tentang mengapa negara-negara Eropa pada dasarnya dapat mengenakan pajak pada pemegang obligasi dengan membayar kembali kurang dari yang dipinjam.

“Ekonomi AS berada dalam posisi yang kuat. Kami memiliki pertumbuhan, kami memiliki sektor konsumen yang kuat, kami memiliki inflasi. Anda cenderung melihat tingkat negatif di ekonomi yang lebih besar seperti saat pertumbuhan sangat rendah dan inflasi cukup rendah. Itu tidak terjadi di sini, "katanya.

Baca Juga: Powell says policy appropriate amid noteworthy risks to outlook

Dia mengatakan, dampak dari tiga kali pemotongan suku bunga di tahun ini masih akan sepenuhnya dirasakan untuk mendukung pengeluaran rumah tangga dan bisnis. Dan ini akan membiarkan bank sentral kemungkinan berhenti meggunting bunga lagi, kecuali jika ada perubahan "material" dalam prospek ekonomi.

Investor membaca ini bahwa kemungkinan suku bunga akan ditahan sampai akhir tahun depan.

"Kami melihat sikap kebijakan moneter saat ini cenderung tetap sesuai dengan pandangan kami tentang pertumbuhan ekonomi moderat, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati tujuan 2% simetris kami," kata Powell.

Baca Juga: Dalam pidatonya Trump bilang China berlaku curang terhadap Amerika




TERBARU

Close [X]
×