kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.756   49,00   0,28%
  • IDX 6.491   30,34   0,47%
  • KOMPAS100 858   2,89   0,34%
  • LQ45 652   1,57   0,24%
  • ISSI 225   2,11   0,95%
  • IDX30 362   0,39   0,11%
  • IDXHIDIV20 451   -0,25   -0,05%
  • IDX80 98   0,34   0,35%
  • IDXV30 125   0,48   0,39%
  • IDXQ30 117   -0,02   -0,02%

Trump setujui perpanjangan lima minggu bagi UMKM untuk dapatkan fasilitas kredit


Minggu, 05 Juli 2020 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump deplanes from Air Force One as he returns to Washington after travel to the Kennedy Space Center in Florida at Joint Base Andrews, Maryland, U.S., May 27, 2020. REUTERS/Jonathan Ernst


Sumber: Reuters | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -WASHINGTON.   Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, akhir pekan lalu, Sabtu (4/7) menandatangani undang-undang perpanjangan tenggat waktu hingga 8 Agustus bagi usaha kecil untuk mengajukan bantuan pinjaman bagi kelangsungkan bisnis mereka yang merugi akibat pandemi corona  atau Covid-19 . 

Gedung Putih dalam pengumuman resminya, Sabtu (4/7) mengatakan, perpanjangan beleid Payroll Protection Program (PPP), yang diluncurkan pada bulan April 2020 lalu bertujuan agar orang Amerika tetap mendapatkan gaji dan tidak menerima bantuan pengangguran AS. 

“Yakni dengan memberi pemilik bisnis waktu tambahan lima minggu untuk mengajukan permohonan bantuan pendanaan karena bisnisnya terkena efek corona,” ujar pengumuman resmi itu, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (5/7)

Diperkirakan dana sebanyak US $ 130 miliar dari total  US$ 659 miliar yang disediakan oleh Kongres masih diperebutkan. Para pengkritik mengkhawatirkan kantor Administrator Usaha Kecil AS, yang mengelola pinjaman akan mengalami tantangan dalam mendistribusikan bantuan dana tersebut secara adil kepada pelaku  bisnis UMKM. 

Sejak awal peluncuran,  program ini hujan kritik karena masalah teknologi dan dokumen yang dikhawatirkan bisa salah sasaran dengan masuknya beberapa perusahaan kaya untuk mendapatkan bantuan dana pandemi corona. 

Apalagi dalam laporan Reuters sebelumnya, Inspektur Jendral SBA menemukan pada bulan Mei bahwa beberapa usaha pedesaan, minoritas dan milik perempuan tidak menerima pinjaman.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×