kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Tunjukkan Kekuatan Pemimpin Masa Depan, MBS Jamu Xi Jinping dan Pemimpin Timur Tengah


Jumat, 09 Desember 2022 / 16:48 WIB
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz dan Presiden China Xi Jinping menandatangani dokumen selama pertemuan di Riyadh, Arab Saudi 8 Desember 2022. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Presiden China Xi Jinping bertemu dengan para pemimpin Arab dalam pertemuan puncak yang disebut "tonggak sejarah" pada Jumat (9/12). 

Pertemuan yang diselenggarakan Arab Saudi tersebut untuk menunjukkan kekuatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai calon pemimpin Timur Tengah dan mitra utama bagi kekuatan global.

Para pemimpin negara-negara Liga Arab yang mencakup Teluk, Levant, dan Afrika mulai tiba di Riyadh pada Kamis.

Saat itu, Xi menerima sambutan mewah dari Pangeran Mohammed dan menandatangani pakta kemitraan China-Saudi dengan Raja Salman, yang menunjukkan hubungan yang semakin erat.

Baca Juga: Menkeu AS Tegaskan Resesi Ekonomi AS Tidak Bisa Dihindari

Sementara itu, Amerika Serikat dengan hati-hati mengamati pengaruh yang tumbuh dari Beijing di wilayah tersebut. Di mana China memiliki kepentingan sebagai konsumen energi terbesar di dunia dan perusahaan China berkembang menjadi teknologi dan infrastruktur lainnya.

Kunjungan Xi juga datang pada saat aliansi lama Riyadh dengan Washington tegang karena hak asasi manusia, kebijakan energi dan Rusia, serta keraguan Teluk tentang komitmen penjamin keamanan utama Amerika ke wilayah tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang panjang pada hari Jumat, Beijing dan Riyadh berjanji untuk meningkatkan kerja sama dan menekankan prinsip-prinsip kedaulatan dan "tanpa campur tangan", sambil menegaskan pentingnya solusi damai untuk konflik Ukraina.

Arab Saudi dan sekutu Teluk menentang tekanan AS untuk memutuskan hubungan dengan sesama produsen minyak OPEC+ Rusia atas invasinya ke Ukraina. 

Baca Juga: Xi Jinping Mengunjungi Saudi, Ada Rencana Teken Kesepakatan US$ 29,3 Miliar




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×