kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45966,01   4,69   0.49%
  • EMAS934.000 0,54%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.05%

Turki siap membuka 1.000 pasar baru untuk menghadapi inflasi tahunan


Senin, 04 Oktober 2021 / 14:44 WIB
Turki siap membuka 1.000 pasar baru untuk menghadapi inflasi tahunan
ILUSTRASI. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ISTANBUL. Presiden Turki Recep tayyip Erdogan pada hari Minggu (3/10) memerintahkan koperasi pertanian untuk membuka sekitar 1.000 pasar baru di seluruh negeri untuk menghadapi inflasi tahunan yang mencapai 30%.

"Kami memerintahkan sekitar 1.000 dari bisnis ini untuk dibuka di sekitar Turki, masing-masing mulai dari 500 meter persegi. Ini adalah tempat di mana harga sesuai dengan anggaran warga kita," ungkap Erdogan, seperti dikutip Reuters.

Erdogan meminta pembangunan pasar dan toko-toko baru segera dilakukan untuk menjamin ketersediaan barang murah dan berkualitas tinggi di seluruh negeri. Langkah ini diharapkan bisa menyeimbangkan pasar setelah harga konsumen naik ke level jauh di atas target resmi di angka 5%.

Pada tahun 2019, di tengah krisis mata uang yang menyebabkan inflasi melonjak, pemerintah Turki juga membuka pasarnya sendiri untuk menjual sayuran dan buah-buahan murah secara langsung.

Inflasi makanan tahunan yang mencapai 30%, lonjakan harga komoditas global, dan depresiasi tajam mata uang lira telah mendorong inflasi lebih tinggi sepanjang tahun. Selama lima tahun terakhir, inflasi senilai dua digit kerap terjadi dan sukses menyedot pendapatan rumah tangga Turki.

Baca Juga: Erdogan sebut pembelian rudal S-400 dari Rusia sepadan sama ketegangan dengan AS

Para analis mengatakan kredibilitas bank sentral Turki yang mulai hilang adalah salah satu alasan timbulnya inflasi. Erdogan memecat tiga gubernur bank terakhir karena ketidaksepakatan kebijakan, membuat pengaturan keuangan negara sedikit kacau.

Di bawah tekanan dari presiden untuk meluncurkan stimulus, bank justru memangkas suku bunga utamanya sebesar 100 basis poin menjadi 18% bulan lalu. Akibatnya, nilai lira anjlok ke rekor terendahnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Turki memulai inspeksi tingkat tinggi untuk mengawasi penetapan harga yang dianggap tidak masuk akal dan membuat konsumen menjadi korban.

Pada hari Sabtu (2/10), Wakil Presiden Fuat Oktay mengatakan bahwa peningkatan produksi pangan di desa-desa sangat penting untuk mencegah harga yang eksploitatif.

Selanjutnya: Pandora Papers beredar, hubungan rahasia Putin dengan seorang wanita kembali disorot




TERBARU
Kontan Academy
Sukses Presentasi: Membuat Konsep yang Sulit Jadi Mudah Dipahami Batch 3 Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 12

[X]
×