kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Ukraina Gencarkan Serangan ke Fasilitas Energi Rusia, Ini Daftarnya


Selasa, 11 Agustus 2026 / 20:01 WIB
Ukraina Gencarkan Serangan ke Fasilitas Energi Rusia, Ini Daftarnya
ILUSTRASI. Militer Ukraina (Viacheslav Ratynskyi/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Perm

Serangan drone Ukraina menyebabkan kebakaran di kilang Perm milik Lukoil. Serangan tersebut merusak dan memaksa penghentian salah satu unit distilasi minyak mentah.

Pada 2024, kilang Perm mengolah sekitar 12,6 juta ton minyak.

Tyumen

Serangan drone Ukraina pada 25 Juli memicu kebakaran di kilang Tyumen di Siberia Barat, lebih dari 2.000 kilometer dari Ukraina.

Kebakaran berhasil dipadamkan dan operasi kilang kemudian dihentikan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 6 juta ton minyak mentah per tahun.

Salavat

Kompleks petrokimia Salavat di wilayah Bashkortostan menghentikan operasi pada 14 Juli setelah terkena serangan drone Ukraina.

Afipsky

Kebakaran terjadi di kilang minyak Afipsky di wilayah Krasnodar pada 14 Juli akibat puing-puing drone yang jatuh.

Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 9 juta ton minyak per tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 2%, Tembus US$89 per Barel Saat Harapan Damai AS-Iran Memudar

Syzran

Kilang minyak Syzran di wilayah Samara menghentikan operasi setelah serangan drone pada 12 Juli merusak unit pengolahan utama.

Fasilitas milik Rosneft tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 8,5 juta ton minyak per tahun. Kilang itu juga pernah menjadi sasaran serangan pada 21 Mei dan 18 April.

Omsk

Drone Ukraina menyerang kilang Omsk pada 6 Juli dan menyebabkan kebakaran. Belum diketahui secara pasti besarnya kerusakan yang ditimbulkan.

Kilang Omsk memiliki kapasitas desain sekitar 22 juta ton minyak per tahun, menjadikannya salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Rusia.

NORSI

Kilang NORSI milik Lukoil kembali diserang drone Ukraina pada 2 Juli. Serangan tersebut merusak unit pengolahan utama dan menyebabkan penghentian pengolahan minyak mentah.

Unit CDU-6 yang rusak biasanya mampu mengolah sekitar 25.700 ton minyak per hari, atau sekitar 53% dari kapasitas keseluruhan kilang.

NORSI memiliki kapasitas pengolahan sekitar 16 juta ton minyak per tahun.

Ufa

Pasukan Ukraina kembali menyerang kilang minyak di Kota Ufa pada 1 Juli. Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 7 juta ton minyak per tahun.

Moskow

Kilang minyak Moskow menghentikan operasi setelah serangan drone Ukraina pada 16 Juni. Serangan berikutnya pada 18 Juni merusak sejumlah unit pengolahan dan memicu beberapa kebakaran.

Fasilitas yang berada di distrik Kapotnya, bagian tenggara Moskow, memiliki kapasitas sekitar 11 juta ton minyak per tahun.

Baca Juga: Nvidia Gandeng 6 Raksasa Keuangan, Siapkan Pembiayaan Infrastruktur AI US$500 Miliar

Serangan Meluas ke Pelabuhan dan Fasilitas Minyak

Selain kilang, Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap pelabuhan dan infrastruktur minyak Rusia.

Serangan drone di Laut Hitam dilaporkan memangkas hingga seperlima volume pemuatan minyak Caspian Pipeline Consortium (CPC) pada Juli.

Dampaknya tidak hanya dirasakan Rusia, tetapi juga berpotensi memengaruhi penjualan minyak Kazakhstan dan sejumlah perusahaan minyak Barat.

Pada 25 Juli, layanan keamanan Ukraina mengatakan drone menyerang platform minyak Filanovsky milik Lukoil di Laut Kaspia.

Ukraina juga menyerang dua depot minyak di wilayah Tver dan Stavropol pada 9 Juli. Kedua lokasi tersebut berjarak sekitar 500 kilometer dari garis depan.

Pada 8 Juli, drone Ukraina menyerang stasiun pompa Krasnodarskaya yang merupakan bagian dari jaringan pasokan gas menuju Turki melalui pipa Blue Stream. Namun, pasokan gas dilaporkan tidak terganggu.

Baca Juga: Ini Perkiraan Perusahaan Sekuritas Besar untuk S&P 500 pada 2026

Serangan lainnya menyasar stasiun pompa minyak di Bashkortostan yang berjarak lebih dari 1.500 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Pada hari yang sama, serangan drone merusak pelabuhan minyak Vysotsk dan Ust-Luga di Laut Baltik. Ust-Luga merupakan salah satu fasilitas ekspor minyak utama Rusia.

Sementara itu, pada 8 Juni, kompleks pemuatan di pelabuhan Laut Hitam Novorossiysk terbakar setelah serangan drone.

Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa Ukraina semakin memperluas sasaran ke fasilitas energi jauh di dalam wilayah Rusia.

Tujuannya adalah mengganggu kapasitas produksi dan ekspor energi yang menjadi salah satu sumber penting pendapatan Rusia selama perang.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×