kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.203   45,00   0,26%
  • IDX 7.654   32,59   0,43%
  • KOMPAS100 1.058   6,05   0,57%
  • LQ45 761   3,41   0,45%
  • ISSI 278   1,49   0,54%
  • IDX30 405   1,76   0,44%
  • IDXHIDIV20 491   2,56   0,52%
  • IDX80 118   0,60   0,51%
  • IDXV30 140   1,07   0,78%
  • IDXQ30 130   0,54   0,42%

Vale Catat Penjualan Bijih Besi Kuartal I Tertinggi dalam Delapan Tahun


Jumat, 17 April 2026 / 09:03 WIB
Vale Catat Penjualan Bijih Besi Kuartal I Tertinggi dalam Delapan Tahun
ILUSTRASI. Tambang Vale di Brasil (REUTERS/Washington Alves)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Vale SA membukukan penjualan bijih besi kuartal I 2026 tertinggi sejak 2018, ditopang kenaikan produksi dan harga, meski di saat yang sama menghentikan sementara operasi pelet di Oman akibat ketegangan di Timur Tengah.

Penjualan bijih besi perusahaan asal Brasil tersebut naik 3,9% menjadi 68,7 juta ton pada periode Januari–Maret dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencakup bijih besi jenis fines, pellet, dan run-of-mine.

Baca Juga: Tesla Cari Engineer Chip di Taiwan untuk Proyek AI “Terafab”

Melansir laporan Reuters Kamis (16/4/2026), Vale menyatakan kenaikan penjualan sejalan dengan peningkatan produksi, yang turut didorong oleh pelepasan stok sekitar 5,5 juta ton, terutama dari inventori dalam perjalanan (in-transit inventory).

Harga rata-rata realisasi bijih besi fines juga meningkat 5,5% menjadi US$ 95,80 per ton, memberikan dorongan tambahan pada kinerja pendapatan.

“Angka produksi dan penjualan Vale pada kuartal pertama relatif sesuai ekspektasi,” tulis analis Itaú BBA, yang menilai kinerja tersebut mendukung kenaikan tipis estimasi EBITDA perusahaan.

Gangguan Operasi di Timur Tengah

Di sisi lain, Vale menghentikan sementara produksi di pabrik pelet di Oman sejak pertengahan Maret untuk pemeliharaan tahunan. Perusahaan juga menunda pembangunan fasilitas konsentrasi di Sohar.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Jumat (17/4), Ketidakpastian Negosiasi AS–Iran Tekan Pasar

Oman disebut terdampak oleh dinamika konflik di Timur Tengah, sehingga operasi diperkirakan baru kembali berjalan pada akhir kuartal III 2026.

Selama periode tersebut, material pellet feed yang sebelumnya dialokasikan ke Oman akan dialihkan ke fasilitas Tubarão di Brasil untuk dijual sebagai bijih besi fines.

Vale tetap mempertahankan target produksi pelet tahun penuh di kisaran 30–34 juta ton.

Produksi Bijih Besi dan Logam Dasar Naik

Secara total, produksi bijih besi Vale naik 3% menjadi 69,68 juta ton, sedikit di atas ekspektasi pasar. Peningkatan produksi di wilayah Brasil bagian tenggara mampu mengimbangi penurunan output di Brasil utara.

Baca Juga: Donald Trump Tarik Rem Ekonomi AS di Tengah Gejolak Harga BBM dan Politik Midterm

Selain bijih besi, produksi logam dasar juga meningkat. Produksi tembaga naik 12,5% menjadi sekitar 102.300 ton, didorong operasi di Salobo dan Sossego.

Sementara itu, produksi nikel meningkat 12,3% menjadi sekitar 49.300 ton, ditopang peningkatan kapasitas di tambang Onça Puma serta stabilnya operasi di Kanada.

Vale dijadwalkan merilis laporan keuangan lengkap kuartal I pada 28 April 2026.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×