Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Tesla mulai merekrut insinyur semikonduktor di Taiwan untuk mendukung proyek pabrik chip kecerdasan buatan (AI) bertajuk “Terafab”.
Berdasarkan lowongan kerja yang dipublikasikan di situs resmi Perusahaan yang dilansir Reuters Jumat (17/4/2026), Tesla membuka sedikitnya sembilan posisi teknik yang berfokus pada pengembangan dan produksi chip generasi lanjut.
Taiwan menjadi lokasi strategis karena merupakan pusat industri semikonduktor global, sekaligus rumah bagi raksasa manufaktur chip kontrak TSMC.
Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Jumat (17/4), Ketidakpastian Negosiasi AS–Iran Tekan Pasar
Dalam deskripsi pekerjaan, Tesla menyebut Terafab sebagai fasilitas semikonduktor terintegrasi vertikal yang mencakup seluruh proses produksi chip, mulai dari logika, memori, pengemasan (packaging), pengujian, hingga produksi masker litografi.
Proyek ini sebelumnya telah diperkenalkan oleh CEO Tesla, Elon Musk, sebagai bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat kapasitas komputasi AI guna mendukung bisnis robotika dan pusat data.
Sejumlah posisi yang dibuka mensyaratkan pengalaman dalam proses manufaktur chip canggih di bawah 7 nanometer, bahkan hingga teknologi kelas 2 nanometer, area yang selama ini menjadi keunggulan industri semikonduktor Taiwan.
Tesla juga mencari kandidat yang memahami teknologi advanced packaging seperti CoWoS dan SoIC, yang dikembangkan oleh TSMC.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup berbagai tahapan produksi, termasuk litografi, etching, thin film, chemical mechanical planarization (CMP), hingga yield engineering dan proses integrasi.
Baca Juga: Donald Trump Tarik Rem Ekonomi AS di Tengah Gejolak Harga BBM dan Politik Midterm
Pabrik Terafab ini diperkirakan akan mendukung berbagai jenis chip, termasuk prosesor edge-inference, chip untuk satelit luar angkasa, hingga memori bandwidth tinggi (HBM).
Langkah rekrutmen ini muncul di tengah meningkatnya persaingan global untuk mengamankan kapasitas produksi chip canggih, terutama di tengah keterbatasan kapasitas produksi TSMC.
Menanggapi perkembangan tersebut, TSMC menegaskan bahwa industri semikonduktor tidak memiliki “jalan pintas”, karena pembangunan pabrik chip baru membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.













