kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Varian Delta menyapu Asia, infeksi di Australia dan Korsel rekor!


Sabtu, 03 Juli 2021 / 06:45 WIB
Varian Delta menyapu Asia, infeksi di Australia dan Korsel rekor!


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Amerika Serikat juga telah melihat peningkatan infeksi varian Delta di beberapa bagian negara yang mana tingkat vaksinasi tetap rendah. Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan mengirim bantuan khusus ke titik-titik panas tersebut. 

Eropa juga sedang berjuang melawan peningkatan infeksi Covid-19, yang menurut WHO terjadi pada kerumunan di stadion sepak bola Euro 2020. Ia telah memperingatkan bahwa gelombang baru tidak dapat dihindari jika orang tidak tetap disiplin.

Inggris bersiap untuk mencabut pembatasan penguncian pada 19 Juli, bahkan ketika kasus varian Delta meningkat. Jerman mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka memperkirakan varian tersebut menyebabkan hingga 80% infeksi pada bulan ini dan Portugal memberlakukan jam malam. 

Kasus-kasus baru telah meredam pariwisata musim panas di benua itu, meskipun peluncuran sertifikat perjalanan Covid-19 Uni Eropa dapat mendorong lebih banyak perjalanan.

Baca Juga: Penelitian calon obat Covid-19 menemukan titik terang, ini hasilnya

Regulator obat Eropa mengatakan pada hari Kamis bahwa vaksin Covid-19 yang disetujui di Uni Eropa menawarkan perlindungan terhadap semua varian virus corona, termasuk Delta. 

Di Asia, pariwisata internasional sebagian besar ditangguhkan.

Pengecualian adalah pulau wisata Thailand di Phuket, yang dibuka kembali pada hari Kamis untuk pelancong yang divaksinasi sepenuhnya dari luar negeri dalam langkah untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang babak belur. 

Namun, Thailand pada hari Jumat melaporkan hari ketiga berturut-turut dari rekor kematian akibat virus corona. Varian Alpha, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, masih menjadi varian dominan di negara tersebut, meski pihak berwenang memperkirakan varian Delta akan mendominasi dalam beberapa bulan ke depan. 

"Di Bangkok hampir 40%, dalam bulan ini atau berikutnya, semuanya akan menjadi Delta," kata Kumnuan Ungchusak, penasihat kementerian kesehatan.

"Jika ini terus berlanjut, kami tidak dapat bertahan," katanya mengacu pada jumlah kematian yang meningkat.

Selanjutnya: WHO: Turnamen Euro 2020 turut andil menyebarkan Covid-19




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×