Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - HANOI. Pemimpin Vietnam To Lam akan melakukan rangkaian kunjungan ke Rusia, Prancis, Amerika Serikat (AS), dan Kanada sepanjang September 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Vietnam memperkuat hubungan dengan sejumlah mitra ekonomi utama di tengah ketidakpastian perdagangan global.
Lam, yang menjabat sebagai Presiden sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, dijadwalkan mengunjungi Rusia dan Prancis pada 7-12 September.
Baca Juga: Parlemen Vietnam Memilih Pemimpin Partai To Lam Sebagai Presiden Baru
Kementerian Luar Negeri Vietnam mengonfirmasi kunjungan tersebut pada Jumat (4/9), termasuk kehadiran Lam dalam International Space Summit di Paris pada 9-10 September.
Rusia menjadi tujuan pertama. Lam diperkirakan bertemu Presiden Vladimir Putin untuk membahas penguatan kerja sama di bidang energi, pertahanan, dan keamanan.
Rusia masih menjadi pemasok senjata utama Vietnam dan memiliki kerja sama dengan Hanoi di sektor energi nuklir serta proyek gas di Laut China Selatan. Namun, Vietnam dalam beberapa tahun terakhir mulai mendiversifikasi sumber peralatan militernya.
Setelah Rusia, Lam akan bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron. Hubungan ekonomi kedua negara berpeluang diperluas, terutama di sektor infrastruktur. Sejumlah perusahaan Prancis mengincar proyek perkeretaapian, bandara, dan pertahanan Vietnam.
Rangkaian lawatan kemudian berlanjut ke AS. Lam diperkirakan menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dimulai pada 21 September. Belum ada kepastian apakah ia akan bertemu Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Presiden Vietnam To Lam Sebut Dunia Hadapi Tiga Krisis Besar, Apa Saja?
Hubungan dagang Vietnam-AS menjadi salah satu agenda penting di tengah meningkatnya tekanan Washington untuk mengurangi ketimpangan perdagangan.
Ekspor Vietnam ke AS sendiri telah mencapai rekor tertinggi, sehingga perubahan kebijakan perdagangan AS berpotensi memengaruhi ekonomi Vietnam yang sangat bergantung pada ekspor.
Dari AS, Lam diperkirakan melanjutkan perjalanan ke Kanada mulai 24 September.
Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan upaya Hanoi memperluas dan memperkuat hubungan dengan berbagai kekuatan ekonomi, sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada satu pasar di tengah ketidakpastian perdagangan global.
Baca Juga: To Lam Jadi Presiden Vietnam, Mantan Gubernur Bank Sentral Terpilih Jadi PM
Seorang pejabat yang mengetahui rencana kunjungan ke Moskow menyebut lawatan tersebut ditujukan untuk membangun kepercayaan politik, terutama dalam kerja sama energi, pertahanan, dan keamanan.














