kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.701   -38,00   -0,21%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Waduh, AS tabuh genderang perang dagang dengan Prancis


Selasa, 03 Desember 2019 / 08:05 WIB
ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald Trump berbincang saat sesi pengambilan foto di KTT G7 di Biarritz, Prancis, 25 Agustus 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) berencana mengenakan tarif hingga 100% atas impor barang asal Prancis senilai US$ 2,4 miliar, mulai champagne, tas, hingga keju.

Keputusan tersebut Washington ambil setelah menyimpulkan, bahwa pajak layanan digital yang baru Prancis berlakukan bisa membahayakan perusahaan teknologi AS.

Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), penyelidikan atas "Bagian 301" menemukan, pajak Prancis tidak konsisten dengan prinsip-prinsip kebijakan pajak yang berlaku di dunia internasional, dan sangat memberatkan bagi perusahaan-perusahaan AS yang terkena dampak, termasuk Google, Facebook, Apple, dan Amazon.

Baca Juga: Antisipasi perubahan iklim, Prancis minta bank & asuransi pangkas eksposur batubara

Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menyebutkan, Pemerintahan Donald Trump juga sedang menjajaki, apakah akan membuka penyelidikan serupa terhadap pajak layanan digital yang Austria, Italia, dan Turki berlakukan.

"USTR fokus pada tindakan melawan proteksionisme yang berkembang di negara-negara anggota Uni Eropa, yang secara tidak adil, baik melalui pajak layanan digital ataupun upaya lain, yang menargetkan perusahaan-perusahaan layanan digital AS terkemuka," kata Lighthizer, Senin (2/12), seperti dikutip Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×