kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Waduh, 13% generasi muda dunia menganggur


Selasa, 22 Mei 2012 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung berada di mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

LONDON. Hampir 13% generasi muda di dunia tak memiliki pekerjaan. Situasi ini diperkirakan sulit diperbaiki dalam kurun empat tahun. Kenyataan tersebut dipaparkan oleh International Labour Organization (ILO).

Yang lebih menyedihkan lagi, enam juta orang dinyatakan kecewa lantaran tak segera mendapatkan pekerjaan dan pada akhirnya menyerah.

Atas masalah ini, ILO menyarankan agar pemerintah di berbagai negara segera menciptakan lapangan pekerjaan prioritas. Beberapa caranya adalah skema pelatihan yang lebih baik dan potongan pajak bagi para pengusaha.

Sejak 2007, jumlah generasi muda yang tak memiliki pekerjaan meningkat empat juta. Hanya 13% orang berusia 15-24 tahun hidup tanpa pekerjaan atau setara dengan 75 juta.

Laporan itu juga menunjukkan, di Uni Eropa satu dari lima orang muda sudah mulai mencari pekerjaan.

Tahun lalu, 27,9 pemuda di Afrika Utara menganggur akibat revolusi politik yang terjadi. Angka tersebut naik 5% dari posisi 2010. Sedangkan di Timur Tengah, 26,5% orang muda bernasib serupa.

"Bahkan di Asia Timur, mungkin sebagai wilayah yang paling dinamis, tingkat pengangguran mencapai 2,8 kali lebih tinggi bagi kaum muda dibandingkan orang dewasa," jelas ILO.

Di Indonesia, pada Februari 2011 tingkat pengangguran anak muda mencapai 23,9%. Naik dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 19,9%.




TERBARU

[X]
×