Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - Hu Henghua, wali kota Chongqing, sebuah kota di barat daya China, sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran hukum dan disiplin yang "serius," kata badan pemantau korupsi tertinggi China dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (20/3/2026).
Penyelidikan ini terjadi di tengah kampanye tekanan tinggi China yang semakin intensif untuk memberantas korupsi dan menegakkan disiplin di Partai Komunis yang berkuasa, yang telah menyebabkan penyelidikan, pemecatan, dan penangkapan beberapa pejabat senior dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Unilever Buka Peluang Divestasi Bisnis Makanan, McCormick Jadi Kandidat Pembeli
Chongqing adalah salah satu dari empat kota madya yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat di Tiongkok, yang juga meliputi Beijing, Tianjin, dan Shanghai, dan memiliki status administratif yang sama dengan sebuah provinsi.
Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) tidak memberikan rincian dalam pernyataan hari Jumat mengenai penyelidikan terhadap Hu.
Pada tahun 2023, Hu telah diberi peringatan disiplin di dalam Partai karena gagal mengawasi peraturan perumahan, konstruksi, dan keselamatan yang menyebabkan runtuhnya bangunan di Changsha, ibu kota provinsi Hunan di Tiongkok selatan pada tahun 2022 yang menewaskan lebih dari 50 orang.
Hu menjabat sebagai walikota Chongqing pada Desember 2021 setelah memegang jabatan senior di Hunan antara akhir 2013 dan 2020.
Baca Juga: Perang Timur Tengah Makin Membara! AS Malah Sukses Jualan Senjata Rp 260 Triliun













