kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Washington Kaget, China Gunakan Jurus Amerika untuk Menyerang Balik di Perang Dagang


Selasa, 21 Oktober 2025 / 06:10 WIB
Washington Kaget, China Gunakan Jurus Amerika untuk Menyerang Balik di Perang Dagang
ILUSTRASI. China selama ini dikenal sering mengkritik Amerika Serikat karena suka ikut campur terlalu jauh dalam urusan perusahaan asing di luar wilayahnya. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kisahnya bermula pada 2018, ketika Presiden Donald Trump pertama kali memulai perang dagang melawan China.

Saat itu, Beijing merasa perlu menyiapkan perangkat hukum agar bisa melawan jika perang dagang kembali terjadi — dan sumber inspirasinya tak lain adalah Washington sendiri.

China lalu membuat Daftar Entitas Tak Terpercaya (Unreliable Entity List) pada 2020, yang mirip dengan entity list milik Departemen Perdagangan AS.

Daftar ini membatasi perusahaan asing tertentu untuk berbisnis dengan China.

Setahun kemudian, Beijing mengesahkan Undang-Undang Anti Sanksi Asing, yang memberi kewenangan bagi kementerian luar negeri China untuk menolak visa, membekukan aset, atau melarang bisnis bagi individu dan perusahaan asing yang dianggap merugikan kepentingan nasional — persis seperti yang dilakukan AS lewat Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri.

Media pemerintah China saat itu menggambarkan kebijakan ini sebagai “jurus memukul balik dengan cara lawan sendiri.”

“Undang-undang ini mempelajari berbagai peraturan asing dan mempertimbangkan prinsip hukum internasional,” ujar pakar hukum Li Qingming dalam wawancara dengan kantor berita China News.

“Tujuannya agar pihak lain berpikir dua kali sebelum meningkatkan ketegangan,” lanjutnya.

Tonton: Trump Naikkan Tarif 100 Persen, China Gencet Kapal AS di Pelabuhan

Dalam beberapa tahun terakhir, China juga memperluas pengawasan ekspor dan peninjauan investasi asing — lagi-lagi meniru mekanisme ala Washington.

“China memang sering mengadaptasi model asing saat membangun sistem hukumnya,” jelas Jeremy Daum, peneliti senior di Yale Law School’s Paul Tsai China Center.

“Sekarang, ketika mereka ingin punya kemampuan membalas di bidang perdagangan dan sanksi, alat-alatnya terlihat sangat mirip dengan milik Amerika.”

Kedua negara kini sama-sama mengusung pandangan “keamanan nasional menyeluruh”, yang digunakan sebagai dasar pembenaran pembatasan ekonomi terhadap satu sama lain, tambahnya.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×