kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.599   46,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

WHO: Hindari konsumsi ibuprofen sebagai obat virus corona


Kamis, 26 Maret 2020 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Logo WHO. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Juru bicara itu juga bilang: "Saat ini, Reckitt Benckiser sudah terlibat dengan WHO, EMA [Badan Obat Eropa] dan otoritas kesehatan lokal lainnya dalam pembahasan mengenai masalah ini. Mereka akan memberi informasi atau panduan tambahan yang diperlukan untuk penggunaan produk kami dengan aman setelah evaluasi semacam itu dilakukan." 

Baca Juga: Sudah lebih dari 20.000 orang meninggal, WHO: Corona adalah ancaman kemanusiaan

Beberapa peneliti juga meragukan saran tersebut. Peneliti Divisi Infeksi dan Kesehatan Global Universitas St Andrews Muge Cevik menulis di Twitter bahwa: "Tidak ada bukti ilmiah yang saya ketahui bahwa ibuprofen (menyebabkan kondisi pasien lebih buruk) #COVID19."

Sementara, pakar kesehatan lain berpendapat berbeda. Rupert Beale, pemimpin kelompok dalam Biologi Sel Infeksi di Francis Crick Institute di Inggris, mengatakan: "Ada alasan bagus untuk menghindari ibuprofen karena dapat memperburuk cedera ginjal akut yang disebabkan oleh penyakit parah, termasuk penyakit COVID-19 yang parah," demikian laporan CNN.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×