kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.094   -54,00   -0,31%
  • IDX 7.172   200,95   2,88%
  • KOMPAS100 989   31,66   3,31%
  • LQ45 723   21,56   3,07%
  • ISSI 256   6,30   2,53%
  • IDX30 394   12,26   3,21%
  • IDXHIDIV20 483   10,94   2,32%
  • IDX80 111   3,39   3,14%
  • IDXV30 132   2,00   1,53%
  • IDXQ30 128   3,44   2,77%

WHO sebut Amerika Serikat berpotensi jadi episentrum baru virus corona


Selasa, 24 Maret 2020 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. A person with a walker crosses 42nd Street in a mostly deserted Times Square following the outbreak of Coronavirus disease (COVID-19), in the Manhattan borough of New York City, New York, U.S., March 23, 2020. REUTERS/Carlo Allegri TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Sebelumnya, para pemimpin dari negara-negara ekonomi utama kelompok 20 atau G20 akan mengadakan konferensi video pada hari Kamis (26/3) untuk membahas epidemi virus corona atau covid-19, seperti dikatakan sumber Reuters.

Hal itu dilakukan di tengah kritik terhadap G20 yang dinilai lambat menanggapi krisis global tersebut.

Baca Juga: Muncul petisi agar AS klarifikasi penutupan lab militer Fort Detrick, ini ceritanya

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 sepakat dalam konferensi video pada hari Senin untuk mengembangkan rencana aksi untuk menanggapi wabah tersebut yang dinilai Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund /IMF) dapat memicu resesi global.

Konferensi ini akan menjadi tidak mudah karena perang harga minyak antara dua anggotanya yakni Arab Saudi dan Rusia.

Selain itu, berpotensi meningkatkan ketengangan di antara dua negara anggota lainnya yakni Amerika Serikat dan China, khususnya mengenai asal usul virus corona yang telah menginfeksi 378.000 orang secara global dan membunuh lebih dari 16.500 orang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×