WHO Tetapkan Varian Baru Corona XD sebagai Variants Under Monitoring, Ini Alasannya

Rabu, 06 April 2022 | 13:20 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
WHO Tetapkan Varian Baru Corona XD sebagai Variants Under Monitoring, Ini Alasannya

ILUSTRASI. WHO menetapkan varian rekombinan Delta dan Omicron alias XD sebagai variants under monitoring. REUTERS/Denis Balibouse.

KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sedang melacak varian rekombinan Delta dan Omicron alias XD sebagai variants under monitoring (VUM) lantaran bisa menimbulkan risiko di masa depan.

"Meskipun, penyebarannya (rekombinan Delta dan Omicron) tampaknya tetap terbatas saat ini," kata WHO dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19 yang terbit Selasa (5/4).

Dan, "Saat ini, bukti yang tersedia tidak menunjukkan rekombinan Delta dan Omicron lebih menular dibanding varian lain yang beredar sekarang," sebut WHO.

Baca Juga: Muncul Varian Baru Omicron yang Lebih Menular, Ini Ciri-Ciri Gejala XE

WHO menetapkan rekombinan Delta dan Omicron sebagai VUM pada 9 Maret 2022 lalu. Varian XD pertama kali teridentifikasi di Prancis pada Januari 2022.

Selain XD, Badan Keselamatan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah mengidentifikasi varian XF, rekombinan Delta Inggris dan Omicron BA.1. Sedang XD, menurut UKHSA, merupakan rekombinan Delta dan Omicron BA.1.

Mengutip economictimes.indiatimes.com, UKHSA menyebutkan, varian XD sebagian besar terdeteksi di Prancis, Denmark, dan Belgia. Sementara varian XF sebagian besar terdeteksi di Inggris.

Baca Juga: Covid-19 Mengamuk, China Catat Kasus Harian Tertinggi Selama Pandemi

Menurut WHO, laju evolusi dan risiko kemunculan varian baru virus corona, termasuk rekombinan, masih sangat tinggi. 

Itu sebabnya, "Penerapan strategi pengambilan dan pengurutan sampel dari komunitas yang berkelanjutan, komprehensif, dan representatif, di samping pembagian data yang tepat waktu oleh negara anggota WHO, tetap penting untuk melacak dan memahami perilaku SARS-CoV-2," kata WHO. 

"WHO terus memantau dan menilai risiko kesehatan masyarakat yang terkait dengan varian rekombinan, di samping varian SARS-CoV-2 lainnya," imbuh organisasi di bawah naungan PBB itu.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru