kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

WHO: Tidak ada bukti mutasi virus corona di Inggris lebih mematikan


Selasa, 22 Desember 2020 / 08:36 WIB
ILUSTRASI. (WHO) memperingatkan terhadap kekhawatiran yang terlalu besar atas varian baru virus corona yang sangat menular yang telah muncul di Inggris. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA/ZURICH. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan terhadap kekhawatiran yang terlalu besar atas varian baru virus corona yang sangat menular yang telah muncul di Inggris. WHO mengatakan ini adalah bagian normal dari evolusi pandemi.

Melansir Reuters, pejabat WHO bahkan memberikan pandangan positif pada penemuan strain baru yang mendorong banyak negara yang khawatir untuk memberlakukan pembatasan perjalanan di Inggris dan Afrika Selatan, dengan mengatakan alat baru untuk melacak virus berfungsi.

“Kita harus menemukan keseimbangan. Sangat penting untuk memiliki transparansi, sangat penting untuk memberi tahu publik seperti apa adanya, tetapi penting juga untuk menyampaikan bahwa ini adalah bagian normal dari evolusi virus," papar kepala darurat WHO Mike Ryan dalam arahan online seperti yang dikutip Reuters.

Dia menambahkan, “Mampu melacak virus sedekat ini, dengan hati-hati, secara ilmiah dalam waktu nyata merupakan perkembangan positif yang nyata bagi kesehatan masyarakat global, dan negara yang melakukan jenis pengawasan ini harus dipuji.”

Baca Juga: Benarkah virus corona baru hasil mutasi lebih berbahaya? Ini kata WHO

Mengutip data dari Inggris, pejabat WHO mengatakan mereka tidak memiliki bukti bahwa varian itu membuat orang lebih sakit atau lebih mematikan daripada jenis Covid-19 yang ada, meskipun tampaknya menyebar lebih mudah.

Menurut Ryan, negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan bertindak karena sangat berhati-hati saat menilai risiko. “Itu bijaksana. Namun penting juga bagi setiap orang untuk mengetahui bahwa ini terjadi, varian ini muncul."

Baca Juga: Mutasi virus corona, apa beda dengan virus sebelumnya?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×