kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.697   16,00   0,09%
  • IDX 6.471   -63,41   -0,97%
  • KOMPAS100 858   -8,26   -0,95%
  • LQ45 652   -6,96   -1,06%
  • ISSI 223   -1,46   -0,65%
  • IDX30 362   -4,14   -1,13%
  • IDXHIDIV20 452   -5,62   -1,23%
  • IDX80 98   -0,93   -0,94%
  • IDXV30 125   -1,28   -1,02%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Wuhan bak kota mati, ini pengakuan mahasiswa Indonesia


Senin, 27 Januari 2020 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Kondisi jalan di pusat Kota Wuhan setelah pemerintah setempat mengumumkan larangan kendaraan yang tidak berkepentingan melintas, 26 Januari 2020.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Rio menambahkan, otoritas setempat juga meminta para penduduk dan mahasiswa di Wuhan tak keluar rumah serta asrama dan berdiam diri di kamar. Mereka diminta menjauhi tempat yang ramai dikunjungi orang agar tak terjangkit virus corona.

Baca Juga: Cegah virus corona, Malaysia hentikan sementara pemberian visa untuk China

"Jadi, aktivitas mungkin dilakukan dengan jalan kaki. Sampai saat ini belum ada kepastian sampai kapan Wuhan ditutup. Belum ada info terbaru, baik dari KBRI maupun Pemerintah China sendiri," ujar Rio.

Virus corona Wuhan meluas dengan begitu cepat. Tak lama setelah kasus tersebut terkonfirmasi pertama kali di Wuhan, beberapa negara lain melaporkan kejadian serupa.

Virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab flu hingga MERS dan SARS ini bisa menyebabkan kematian. Sejauh ini, sudah 81 orang meninggal akibat virus corona, dan sebagian besar berasal dari Wuhan.

Penulis: Rakhmat Nur Hakim

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan yang Seperti Kota Mati"




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×