kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Xi Jinping: Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni


Selasa, 20 April 2021 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping menghadiri peringatan Hari Nasional pada malam peringatan 71 tahun berdirinya Republik Rakyat China di Beijing, China 30 September 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dilansir dari Xinhua, Xi juga mengatakan bahwa China tidak akan pernah mencari hegemoni, ekspansi, atau perluasan pengaruh, tidak peduli seberapa kuatnya mereka bertumbuh. Sejalan dengan itu, China juga tidak akan ikut serta dalam perlombaan senjata.

Pernyataan tegas Xi ini keluar setelah Presiden AS, Joe Biden, dan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, melakukan pertemuan tatap muka di Gedung Putih. Dalam pertemuan langsung pertama kedua pemimpin negara tersebut, China jadi salah satu agenda pembahasan terpenting.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin prihatin tentang situasi hak asasi manusia di Hong Kong dan wilayah Xinjiang China. AS yakin China telah melakukan genosida terhadap Muslim Uighur. Tentunya, pernyataan tersebut dibantah dengan keras oleh China.

Selanjutnya: Beijing: Reunifikasi Taiwan dan China tak akan akan dihentikan oleh kekuatan apa pun




TERBARU

[X]
×