kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.949   102,00   0,57%
  • IDX 5.894   -301,63   -4,87%
  • KOMPAS100 781   -43,42   -5,27%
  • LQ45 591   -28,54   -4,61%
  • ISSI 204   -10,86   -5,06%
  • IDX30 335   -14,39   -4,12%
  • IDXHIDIV20 414   -13,56   -3,17%
  • IDX80 89   -4,92   -5,25%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,75%
  • IDXQ30 109   -3,86   -3,43%

Zona perang memanas, inilah rudal Javelin milik Ukraina untuk melawan Rusia


Jumat, 10 Juli 2020 / 04:41 WIB
ILUSTRASI. Formasi tentara Rusia di perbatasan Ukraina.(OSCE via https://www.ukrinform.ru/)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Teknologi ini memberikan kemampuan pengelihatan yang lebih baik saat malam hari dan dapat dilepas dari Javelin untuk digunakan secara terpisah.

Sementara itu, mengutip Defense News, Ukraina menguji coba rudal anti-tank Javelin untuk pertama kalinya pada Mei 2019 lalu. Amerika Serikat menyetujui penjualan sistem senjata ini untuk membantu pertahanan Ukraina yang tengah berada dalam konflik dengan kelompok separatis pro-Rusia.

Baca Juga: Militer Rusia dikerahkan diperbatasan, Ukraina: Serangan bisa terjadi kapan saja

Pada saat itu, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengumumkan uji coba rudal pertama di Twitter.

“Akhirnya hari ini telah tiba! Hari ini, untuk pertama kalinya di Ukraina, peluncuran kompleks rudal Javelin terjadi,” tulis Poroshenko. "Ini adalah persenjataan pertahanan yang sangat efektif, yang digunakan dalam hal ofensif Rusia pada posisi pasukan Ukraina."

Baca Juga: Kapal tanker Iran ke Venezuela tanpa gangguan, Iran: Kekuatan AS memudar

Poroshenko juga menulis bahwa ia berterima kasih kepada kepemimpinan AS, termasuk Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Jim Mattis, karena memutuskan bahwa Ukraina harus dipersenjatai dengan senjata.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×