kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.556   26,00   0,15%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Zuckerberg Siapkan Ratusan Miliar Dolar untuk Bangun Pusat Data AI Superintelligence


Senin, 14 Juli 2025 / 23:24 WIB
Zuckerberg Siapkan Ratusan Miliar Dolar untuk Bangun Pusat Data AI Superintelligence
ILUSTRASI. Mark Zuckerberg arrives before the inauguration of Donald Trump as the 47th president of the United States takes place inside the Capitol Rotunda of the U.S. Capitol building in Washington, D.C., Monday, January 20, 2025. It is the 60th U.S. presidential inauguration and the second non-consecutive inauguration of Trump as U.S. president. Kenny Holston/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID. CEO Meta Platforms Inc., Mark Zuckerberg mengumumkan rencana investasi ratusan miliar dolar AS untuk membangun sejumlah pusat data kecerdasan buatan (AI) berukuran raksasa guna mendukung ambisi mengembangkan teknologi superintelligence, AI yang mampu melampaui kecerdasan manusia dalam sebagian besar tugas.

Langkah ini menegaskan tekad Meta untuk menjadi yang terdepan dalam perlombaan AI, di tengah persaingan ketat dengan raksasa teknologi lain seperti OpenAI dan Google.

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia, Juni 2025: Larry Ellison Gusur Mark Zuckerberg

Meta bahkan telah terlibat dalam "perang talenta", menawarkan paket gaji jutaan dolar untuk menarik insinyur AI terbaik dunia.

Dalam unggahannya di Threads, Zuckerberg menyatakan bahwa kekuatan bisnis inti Meta, khususnya dari lini iklan digital, akan menjadi mesin pendanaan utama proyek ini.

“Kami memiliki modal dari bisnis kami untuk menjalankan proyek ini,” kata Zuckerberg pada Senin (14/7).

Meta kini sedang membangun beberapa klaster pusat data multi-gigawatt yang akan menjadi tulang punggung pelatihan model AI masa depan.

Klaster pertama bernama Prometheus dijadwalkan beroperasi pada 2026, disusul Hyperion yang dirancang untuk dapat ditingkatkan hingga kapasitas 5 gigawatt.

Baca Juga: Era Smartphone Menuju Senjakala? Zuckerberg: Popularitas Ponsel Berakhir Tahun 2030

Menurut laporan Semianalysis yang dikutip Zuckerberg, Meta berpotensi menjadi laboratorium pertama di dunia yang mengoperasikan supercluster 1 gigawatt lebih, yakni fasilitas data center raksasa yang dirancang khusus untuk melatih model AI supercanggih.

Sebagai bagian dari strategi ini, Meta telah mereorganisasi tim AI-nya ke dalam divisi baru bernama Superintelligence Labs setelah menghadapi tantangan pada pengembangan model Llama 4 dan kehilangan sejumlah staf penting.

Divisi baru ini akan fokus mengembangkan produk yang dapat menciptakan arus pendapatan baru, termasuk aplikasi Meta AI, alat iklan berbasis gambar-ke-video, dan kacamata pintar (smart glasses).

Zuckerberg pun memimpin langsung perekrutan tokoh-tokoh AI ternama, seperti mantan CEO Scale AI Alexandr Wang dan eks pimpinan GitHub Nat Friedman, untuk memimpin Superintelligence Labs. Meta sebelumnya juga telah menginvestasikan US$14,3 miliar ke Scale AI.

Baca Juga: Saham Meta Cetak Rekor Kenaikan, Tambah Nilai Pasar US$ 235 Miliar

Tak hanya itu, Meta juga dikabarkan menawarkan pembelian saham minoritas dari dana milik Friedman dan investor teknologi Daniel Gross, melalui tender offer kepada limited partners, menurut sumber Reuters.

Sebagai informasi, Meta telah menaikkan anggaran belanja modal (capex) 2025 menjadi US$64 miliar hingga US$72 miliar, untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan ketat industri AI global.

Saham Meta tercatat naik 1% usai pengumuman tersebut, dan telah menguat lebih dari 20% sejak awal tahun 2025.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×