kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

10 Perbedaan Besar Pola Pikir Hemat dengan Pola Pikir Miskin, Sudah Tahu?


Minggu, 20 Oktober 2024 / 05:05 WIB
ILUSTRASI. Riset mengungkapkan perbedaan signifikan antara pola pikir dan perilaku orang hemat dengan orang miskin.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Meskipun secara sekilas berhemat dan kemiskinan mungkin tampak serupa, riset mengungkapkan perbedaan signifikan antara pola pikir dan perilaku orang yang berhemat dengan mereka yang berpola pikir kemiskinan. 

Mengenali perbedaan ini memungkinkan orang untuk mengembangkan praktik keuangan yang lebih sehat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. 

Mengutip New Trader U, berikut sepuluh perbedaan penting antara pola pikir hemat dan pola pikir miskin didasarkan pada temuan penelitian:

1. Pendekatan terhadap Pengeluaran

Orang yang berhemat membelanjakan uang dengan sengaja dan strategis. Mereka memprioritaskan untuk mendapatkan hasil maksimal dari uang yang mereka keluarkan dan rela membayar lebih untuk barang berkualitas tinggi dan tahan lama. 

Pembeli yang hemat mungkin memilih pembuat kopi seharga Rp 1.000.000 yang bertahan sepuluh tahun daripada model seharga US$ 300.000 yang mudah rusak.

Sebaliknya, mereka yang berpola pikir kemiskinan cenderung melakukan pembelian impulsif atau memangkas pengeluaran secara drastis. Mereka sering memilih opsi yang paling murah tanpa mempertimbangkan kualitas atau nilai jangka panjang.

Tonton: Baby Boomer Generasi Terkaya yang Pernah Ada, Siapa Generasi yang Jadi Pecundang?

2. Pandangan terhadap Sumber Daya

Orang yang hemat menganggap sumber daya berlimpah dan berfokus pada penggunaannya secara bijaksana. Mereka percaya selalu ada cara untuk menghasilkan nilai dan meningkatkan kondisi keuangan mereka.

Pola pikir miskin menganggap sumber daya langka dan terbatas. Pandangan kelangkaan ini dapat memicu kecenderungan menimbun dan kesulitan menemukan peluang.

3. Sikap terhadap Risiko

Meskipun berhati-hati, orang yang hemat sering kali mengambil risiko yang direncanakan dengan baik, khususnya yang berkaitan dengan investasi dengan potensi keuntungan finansial jangka panjang.

Mereka yang memiliki pola pikir kemiskinan biasanya menghindari semua risiko finansial yang dirasakan, meskipun mungkin ada keuntungan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×