Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Ketegangan geopolitik juga menambah daya tarik emas sebagai aset aman. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS pada awal Januari turut mendorong harga emas lebih tinggi.
“Emas melakukan fungsinya dengan baik saat dunia terasa kacau, melonjak di tengah ketegangan perdagangan, konflik geopolitik, dan ketidakpastian politik di AS,” kata Emma Wall dari Hargreaves Lansdown.
Ketegangan antara AS, Kanada, dan China, ketidakstabilan di Eropa dan Timur Tengah, hingga risiko shutdown pemerintah AS juga disebut memperkuat minat terhadap emas.
Peran Bank Sentral: Pembelian Emas Meningkat
Faktor penting lain adalah meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dalam beberapa tahun terakhir.
Tren ini menguat setelah cadangan bank sentral Rusia dibekukan usai invasi ke Ukraina.
Banyak bank sentral dan investor global kini memandang emas sebagai cadangan yang lebih netral dan tidak terlalu bergantung pada kebijakan AS.
Tonton: Emas Masih Diburu, JP Morgan Prediksi Harga Emas Dunia Sentuh 6.300 Dollar AS
China disebut sebagai salah satu pembeli emas terbesar, dengan permintaan datang dari bank sentral, investor, serta masyarakat yang membeli perhiasan.
Di negara-negara Barat, investor juga ramai masuk ke produk reksa dana dan ETF yang berbasis emas, ikut mendorong kenaikan harga.













