kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Akibat krisis, Swedia revisi pertumbuhan ekonomi


Jumat, 24 Agustus 2012 / 21:36 WIB
ILUSTRASI. Ibu hamil


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

STOCKHOLM. Swedia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 mendatang. Negara ekonomi terbesar di kawasan Skandinavia ini juga memperkirakan akan terjadi defisit anggaran pada tahun depan.

Swedia meramalkan, pertumbuhan ekonomi pada tahun depan hanya sebesar 2,3%. Padahal, Juli lalu, negeri ini memperkirakan, pertumbuhannya sebesar 3%.

Sementara untuk tahun ini, Kementerian Keuangan Swedia meramalkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 1,6%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan Juli lalu yang sebesar 1,1%.

"Gejolak di Eropa akan berkontribusi pada melemahnya permintaan internasional yang akan menghalangi pertumbuhan Swedia," tulis Kementerian Keuangan dalam siaran persnya. "Pasar tenaga kerja akan berkembang lemah selama sisa tahun ini sebelum tumbuh perlahan tahun mendatang."

Selain itu, Menteri Keuangan Swedia Anders Borg mengaku khawatir dengan nilai tukar krona. Pada bulan ini, nilai tukar krona terhadap euro mencapai titik tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Catatan saja, pada pukul 15.50 waktu setempat, nilai tukar krona sudah naik 0,4% terhadap euro menjadi 8,2556. Selama tahun ini, krona sudah menguat 8% terhadap euro.

Para ekonom dan pengusaha sudah mendesak bank sentral Swedia untuk memangkas suku bunga. Tujuannya untuk menurunkan nilai tukar krona dan menjaga daya saing ekspor.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah Swedia akan mendorong investasi di bidang infrastruktur dan riset serta menjaga iklim investasi. Sayang, Borg tidak menjelaskan secara detil rencana itu.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×