kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pasar Global Menguat Senin (9/2), Saham Teknologi Bangkit & Fokus Beralih ke Data AS


Senin, 09 Februari 2026 / 17:48 WIB
Pasar Global Menguat Senin (9/2), Saham Teknologi Bangkit & Fokus Beralih ke Data AS
ILUSTRASI. Bursa saham global menguat pada perdagangan Senin (9/2/2026), didorong rebound saham-saham sektor semikonduktor AS (KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar saham global menguat pada perdagangan Senin (9/2/2026), didorong rebound saham-saham sektor semikonduktor AS serta aset-aset yang sebelumnya tertekan, di tengah fokus investor terhadap rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Sentimen positif juga datang dari Jepang, setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu mendorong indeks Nikkei melonjak 3,9% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Aksi berburu saham murah (bargain hunting) terjadi pada sejumlah aset yang sempat terjual besar-besaran pekan lalu, seperti saham teknologi, perak, dan bitcoin.

Baca Juga: Harga Emas Bertahan di Atas US$ 5.000 per Ons, Investor Menanti Data Ekonomi AS

Ekspektasi meningkatnya peluang pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve turut menopang sentimen, sekaligus menekan dolar AS.

Pasar kini menilai pemangkasan suku bunga pada Juni sebagai skenario yang paling mungkin terjadi.

Sejumlah data ekonomi AS terkait tenaga kerja, inflasi, dan belanja konsumen yang akan dirilis pekan ini diperkirakan memperkuat ekspektasi stimulus tersebut.

Tekanan tambahan terhadap dolar muncul setelah laporan Bloomberg News, yang mengutip sumber anonim, menyebutkan China mendorong perbankannya untuk mengurangi eksposur terhadap surat utang pemerintah AS. Kondisi ini mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS naik tipis.

Di kawasan Asia, reli pasar Jepang dipicu keyakinan bahwa kemenangan mayoritas Partai Demokrat Liberal (LDP) akan membuka ruang bagi kebijakan belanja fiskal dan pemangkasan pajak. Meski demikian, penguatan yen juga terlihat signifikan, terutama terhadap dolar AS.

Baca Juga: Kremlin Ingatkan Krisis BBM di Kuba Kritis, Tekanan AS Dinilai Perparah Situasi

“Fokus utama investor adalah skala ekspansi fiskal. Terutama perkembangan rencana pemangkasan pajak pangan sementara yang dijanjikan selama kampanye,” kata Sree Kochugovindan, ekonom riset senior Aberdeen dilansir dari Reuters.

Ia menambahkan, meski LDP menang besar, Takaichi tidak sepenuhnya bebas memperbesar belanja.

“LDP dikenal cukup konservatif secara fiskal dan Takaichi juga sangat mempertimbangkan respons pasar obligasi,” ujarnya.

Prospek peningkatan penerbitan utang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor dua tahun naik ke level tertinggi sejak 1996 di kisaran 1,3%.

Di Eropa, indeks STOXX 600 menguat tipis 0,2% mendekati rekor tertinggi. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq cenderung stagnan, setelah melonjak lebih dari 2% pada Jumat lalu dan mengakhiri tren pelemahan tajam.

Meski sentimen membaik, kekhawatiran terkait besarnya belanja investasi kecerdasan buatan (AI) masih membayangi.

Empat raksasa teknologi AS diperkirakan menggelontorkan belanja modal hingga US$650 miliar sepanjang tahun ini, memunculkan pertanyaan soal potensi imbal hasil jangka panjang.

Baca Juga: Kinerja DBS Q4 2025: Laba Melorot, Pasar Waspadai Tekanan NIM Bank

Data AS Jadi Ujian Ekspektasi The Fed

Rilis data ekonomi AS dalam beberapa hari ke depan dipandang krusial dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter.

Data tersebut diharapkan cukup moderat untuk menjaga peluang pemangkasan suku bunga, namun tidak terlalu lemah hingga mengancam konsumsi dan laba perusahaan.

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama. Dolar turun 0,45% terhadap yen ke level 156,57, sementara euro menguat 0,4% ke US$1,1865.

Poundsterling melemah terhadap euro, seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris terkait masa depan Perdana Menteri Keir Starmer. Euro naik 0,5% terhadap pound ke level 87,22 pence.

Baca Juga: Pemilu Bangladesh 2026 Jadi Ujian Demokrasi Pasca Hasina, BNP Difavoritkan Menang

“Jika Starmer digantikan, imbal hasil obligasi Inggris cenderung naik dan pound melemah,” kata Wakil Kepala Ekonom Inggris Capital Economics, Ruth Gregory.

Di pasar komoditas, harga perak melonjak 4,5% ke US$81,44 per ons troi, setelah berfluktuasi tajam dari penurunan 15% hingga berakhir naik 9% pada Jumat.

Sementara itu, harga emas naik 1,1% ke US$5.015 per ons troi, dari posisi terendah pekan lalu di US$4.403.

Selanjutnya: Pajak Terkontraksi di Tengah Pertumbuhan Ekonomi, Sinyal Bahaya Fiskal?

Menarik Dibaca: 4 Manfaat Physical Touch dengan Pasangan, Lebih dari Sekadar Kemesraan!




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×