kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45901,66   16,77   1.89%
  • EMAS977.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.17%
  • RD.CAMPURAN 0.57%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.17%

Alibaba Group Holding Limited catatkan pertumbuhan pendapatan 34% per Juni 2020


Selasa, 25 Agustus 2020 / 20:10 WIB
Alibaba Group Holding Limited catatkan pertumbuhan pendapatan 34% per Juni 2020
ILUSTRASI. Kantor Alibaba.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alibaba Group Holding Limited (NYSE: BABA dan HKEX: 9988, “Alibaba” atau “Alibaba Group”) hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir 30 Juni 2020.

Terdapat pertumbuhan pendapatan sebesar 34% YoY dan EBITDA yang disesuaikan tumbuh sebesar 30% YoY.

“Alibaba Group mencatatkan pertumbuhan yang pesat sepanjang kuartal lalu. Kami berada pada posisi yang baik untuk dapat mewujudkan perkembangan dari transformasi digital yang tengah terjadi, dan kian dipercepat dengan adanya pandemi, baik dari segi konsumsi maupun dari segi operasi bisnis,” ujar Daniel Zhang, Chairman dan Chief Executive Officer of Alibaba Group dalam keterangan pers yang diterima kontan.co.id, Selasa (25/8).

Ia menyebutkan perusahaan memobilisasikan seluruh infrastruktur digitalnya untuk mendukung pemulihan bisnis yang meliputi berbagai sektor, sembari memperluas dan mendiversifikasi basis konsumen dengan memanfaatkan perubahan preferensi dalam lingkungan pasca Covid-19.

Baca Juga: Serang China, Taiwan: E-commerce terkait Alibaba memiliki risiko keamanan

Menurutnya, meskipun berada di masa yang tidak biasa, pihaknya tetap fokus pada tujuan jangka panjang, perwujudan misi, dan menciptakan nilai bagi konsumen dan pelanggan bisnis perusahaan.

Chief Financial Officer of Alibaba Group Maggie Wu menambahkan bisnis perdagangan inti domestik perusahaan telah sepenuhnya pulih seperti masa sebelum pandemi Covid-19. Sementara pendapatan komputasi awan ia bilang tumbuh sebesar 59% YoY.

"Pertumbuhan laba dan cash flow yang kuat memungkinkan kami untuk terus memperkuat bisnis inti dan berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang,” tuturnya.

Komputasi Awan

Alibaba Cloud terus memimpin pasar cloud di Asia Pasifik melalui upayanya dalam mengembangkan teknologi dan solusi bisnis yang membantu proses transformasi digital bisnis di berbagai industri.

Menurut IDC (Juli 2020), Alibaba Cloud adalah penyedia layanan cloud publik terbesar di China, yang diukur dari pangsa pasar IaaS (Infrastructure as a Service) dan PaaS (Platform as a Service) untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2020.

Perusahaan terus memperluas dan meningkatkan layanan PaaS miliknya, seperti analitik data dan manajemen database.

Menurut Dewan Kinerja Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Performance Council), AnalyticDB, teknologi database berskala besar milik Alibaba Cloud, mendapatkan peringkat sebagai solusi gudang data real-time tercepat di dunia selama dua tahun berturut-turut.

Baca Juga: Taiwan ultimatum Taobao milik Alibaba: Daftar ulang atau hengkang!

AnalyticDB memungkinkan bisnis untuk melakukan analisis data tingkat petabyte secara real-time dan telah diadopsi secara luas oleh bisnis di berbagai industri, termasuk e-commerce, keuangan, logistik, transportasi umum, dan hiburan.

Pada kuartal Juni 2020, pendapatan komputasi awan tumbuh 59% dari tahun sebelumnya menjadi sekitar Rp 26 milyar rupiah (US $ 1.747 juta).

Faktor utama didorong oleh peningkatan kontribusi pendapatan dari bisnis cloud publik dan hybrid cloud, di mana hal ini menggambarkan pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dari setiap pelanggan.

Pendapatan utama dari komputasi awan dihasilkan dari penyediaan layanan, seperti komputasi elastis, database, storage, layanan jaringan virtualisasi, komputasi skala besar, keamanan, manajemen dan layanan aplikasi, analitik big data, platform pembelajaran mesin, dan layanan IoT.




TERBARU
MENAGIH UTANG ITU MUDAH Basic Social Media Marketing Strategy (Facebook & Instagram) Batch 7

[X]
×