Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga aluminium bergerak menguat pada perdagangan Kamis (2/7/2026), didukung oleh data yang menunjukkan ketahanan sektor manufaktur di sejumlah ekonomi utama dunia.
Melansir Reuters, kontrak aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,59% menjadi US$3.094 per ton pada pukul 03.00 GMT.
Sementara itu, kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) menguat 0,09% menjadi 22.505 yuan atau sekitar US$3.316,83 per ton.
Baca Juga: Investor Asing Ramai-ramai Cabut dari Bursa Saham Jepang di Pekan Lalu
Kenaikan harga aluminium didorong oleh rilis data manufaktur dari China, Eropa, dan Amerika Serikat yang menunjukkan aktivitas industri tetap kuat meskipun biaya input masih tinggi.
Aluminium banyak digunakan dalam sektor transportasi, kemasan, dan konstruksi sehingga pergerakan harga logam ini sangat sensitif terhadap kondisi manufaktur global.
Meski menguat hari ini, harga aluminium sebenarnya telah mengalami koreksi cukup dalam selama dua pekan terakhir.
Penurunan tersebut dipicu meredanya premi risiko geopolitik setelah kemajuan dalam proses perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan logam.
Baca Juga: Angka Kematian di AS Turun 4,6% pada 2025, tetapi Kematian Akibat Flu Melonjak 17%
Berbeda dengan aluminium, harga tembaga cenderung bergerak terbatas. Batas waktu rekomendasi terkait potensi tarif impor tembaga olahan di AS telah berlalu tanpa adanya pengumuman baru dari Gedung Putih.
Di pasar LME, harga tembaga hanya naik 0,02%, sedangkan di SHFE turun 0,09%.
Pasar logam dasar juga mendapat dukungan dari pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang dinilai lebih seimbang mengenai prospek inflasi.
Pelaku pasar khawatir inflasi yang bertahan tinggi dapat membuat suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama, yang pada akhirnya menekan pertumbuhan ekonomi dan permintaan logam industri.
Baca Juga: Jepang Ubah Strategi Intervensi Yen, Spekulan Kini Jadi Sasaran Mendadak
Di sisi lain, prospek permintaan tembaga masih ditopang oleh pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), investasi jaringan listrik, dan pertumbuhan kendaraan listrik.
Untuk logam dasar lainnya di LME, harga seng naik tipis 0,04%, timbal menguat 0,19%, nikel turun 0,15%, dan timah melemah 0,49%.
Di SHFE, harga seng turun 0,71%, timbal melemah 0,63%, nikel terkoreksi 0,47%, sementara timah naik 0,34%.














