kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ancaman Terjebak di Luar AS: Google, Apple, dan Microsoft Keluarkan Alarm Visa


Selasa, 23 Desember 2025 / 05:59 WIB
Ancaman Terjebak di Luar AS: Google, Apple, dan Microsoft Keluarkan Alarm Visa
ILUSTRASI. Sejumlah perusahaan raksasa teknologi AS memperingatkan sebagian karyawannya yang memegang visa agar tidak bepergian ke luar Amerika Serikat Grace Hollars/USA TODAY via REUTERS)


Sumber: Business Insider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pengacara imigrasi Jason Finkelman menjelaskan bahwa jika seorang pekerja H-1B meninggalkan AS untuk mengurus cap visa baru dan jadwal wawancaranya ditunda atau dibatalkan, mereka berisiko terjebak di luar negeri selama berbulan-bulan. Ia menyarankan agar perjalanan ditunda jika tidak bersifat mendesak.

Program visa H-1B, yang dibatasi 85.000 visa baru per tahun, menjadi jalur utama perusahaan AS merekrut tenaga kerja asing terampil. Raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Apple, dan Meta tercatat sebagai pengguna terbesar visa ini.

Pada tahun fiskal 2024, Alphabet (induk Google) mengajukan 5.537 visa H-1B, Microsoft 5.695, Apple 3.880, dan ServiceNow 578. Di bawah pemerintahan Trump, program ini menjadi isu politik sensitif, dengan tudingan bahwa kebijakan yang ada membuat perekrutan tenaga kerja asing semakin sulit dan mahal.

Tonton: ESDM Hitung Ulang Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta Guna Penuhi Permintaan

Kesimpulan

Peringatan dari Google, Apple, Microsoft, dan ServiceNow menandakan meningkatnya ketidakpastian mobilitas global tenaga kerja asing di AS, khususnya pemegang visa H-1B. Pengetatan pemeriksaan dan keterlambatan visa tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional perusahaan teknologi besar yang sangat bergantung pada talenta global. Situasi ini mempertegas bahwa kebijakan imigrasi AS kini semakin berorientasi pada keamanan dan verifikasi mendalam, meski dengan konsekuensi ekonomi dan bisnis yang signifikan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×