Sumber: The Hill | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pada Selasa (20/1/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran bahwa ancaman pembunuhan terhadap dirinya yang terus disuarakan para pemimpin di Teheran akan dibalas dengan kehancuran total negara tersebut.
“Seharusnya mereka tidak melakukan itu, tapi saya sudah meninggalkan peringatan,” kata Trump kepada Katie Pavlich dari NewsNation dalam acara Katie Pavlich Tonight. “Kalau sampai terjadi sesuatu, kami akan meledakkan semuanya, seluruh negara itu akan dihancurkan.”
The Hill memberitakan, pejabat intelijen era Presiden Joe Biden sebelumnya telah memberi pengarahan kepada Trump terkait dugaan ancaman terhadap dirinya selama kampanye presiden 2024.
Mantan Jaksa Agung Merrick Garland menyebut rencana tersebut sebagai aksi balasan atas pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh militer AS pada 2020, saat Trump masih menjabat dalam periode pertamanya.
Meski telah mendapat pengarahan resmi, Trump pada Selasa mengatakan Presiden Biden “seharusnya mengatakan sesuatu” terkait ancaman tersebut. Menurut Trump, para presiden semestinya saling membela dalam isu semacam ini.
“Namun saya sudah memberi instruksi yang sangat tegas,” lanjut Trump. “Jika terjadi apa pun, mereka akan dihapus dari muka bumi.”
Baca Juga: Harga Emas Pangkas Kenaikan Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif Greenland
Trump sebelumnya juga menyatakan telah meninggalkan instruksi untuk menghancurkan Iran jika negara itu benar-benar mencoba membunuhnya. Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah ia menandatangani perintah eksekutif di awal masa jabatannya yang memberinya kewenangan penuh untuk menghadapi pemerintah Iran dan menerapkan tekanan maksimum terhadap Teheran.
“Mereka belum melakukan itu, dan itu akan menjadi hal yang sangat buruk jika mereka melakukannya,” ujar Trump kala itu. “Bukan karena saya, jika mereka melakukan itu, mereka akan dilenyapkan. Itu akan menjadi akhir segalanya. Saya sudah meninggalkan instruksi: jika mereka melakukannya, mereka akan dihancurkan, tidak akan ada yang tersisa. Dan mereka seharusnya tidak bisa melakukan itu.”
Trump juga memperingatkan bahwa opsi serangan terhadap Iran tetap terbuka, setelah gelombang protes anti-pemerintah di negara tersebut memicu bentrokan dengan aparat keamanan dan menewaskan lebih dari 3.300 orang.
Ia juga mengancam akan melakukan aksi militer jika eksekusi terhadap demonstran terus berlanjut, meski dalam beberapa hari terakhir ia mengatakan telah mendapat laporan bahwa pembunuhan tersebut telah dihentikan.
Tonton: SBY Tegaskan Dirinya Tak Terkait Dugaan Skandal Ijazah Palsu Jokowi
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Amerika Serikat bersekongkol melawan pemerintah Iran dan mendukung aksi protes, serta menuduh AS berupaya “melahap Iran”.
“Kami tidak berniat membawa negara ini ke arah perang,” tulis Khamenei dalam salah satu dari sejumlah unggahan di platform X pada Sabtu. “Namun kami juga tidak akan membiarkan para penjahat di dalam negeri begitu saja. Yang lebih buruk dari penjahat internal adalah penjahat internasional! Mereka pun tidak akan kami biarkan.”













