CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

AS blokir visa puluhan mahasiswa dan peneliti pascasarjana Tiongkok, ini alasannya


Kamis, 10 September 2020 / 05:38 WIB
ILUSTRASI. AS membatalkan puluhan visa mahasiswa dan peneliti pascasarjana China yang diduga terkait dengan militer China. REUTERS/Aly Song


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Presiden AS Donald Trump, yang telah menggembar-gemborkan hubungan persahabatan dengan Presiden China Xi Jinping ketika dia berusaha memenuhi janji untuk menyeimbangkan kembali defisit perdagangan besar-besaran, telah menjadikan sikap kerasnya terhadap China sebagai bagian penting dari kampanye agar bisa terpilih kembali pada 3 November mendatang. 

Trump menuduh lawannya dari Partai Demokrat Joe Biden, yang memimpin sebagian besar jajak pendapat, bersikap lunak terhadap Beijing.

Baca Juga: Jet tempur China kembali masuk zona respons, Taiwan kutuk tindakan Tiongkok

Sebelumnya, beberapa mahasiswa China yang terdaftar di universitas AS mengatakan bahwa mereka menerima pemberitahuan melalui email dari kedutaan AS di Beijing atau konsulat AS di China pada hari Rabu yang menginformasikan bahwa visa mereka telah dibatalkan.

Hampir 50 siswa pemegang visa akademik F-1 termasuk mahasiswa pascasarjana dan sarjana mengatakan di ruang obrolan WeChat, bahwa mereka harus mengajukan visa baru jika mereka ingin melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Hubungan AS-China kian panas, pebisnis Amerika di China makin was-was

Banyak mahasiswa di chatroom mengatakan mereka mengambil jurusan mata pelajaran seperti sains, teknologi, teknik, dan matematika. Beberapa mengatakan mereka adalah lulusan pascasarjana yang memperoleh gelar sarjana di universitas China yang memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat.

Pada akhir Mei, seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Washington berencana untuk membatalkan visa ribuan mahasiswa pascasarjana China yang diyakini memiliki hubungan dengan militer China.

Selanjutnya: Militerisasi di Laut China Selatan, Menlu Retno: Satu kata, mengkhawatirkan




TERBARU

[X]
×