Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengizinkan China tetap membeli minyak dari Venezuela, namun tidak dengan harga murah atau “dibanting” seperti yang dilakukan Caracas pada masa Presiden Nicolas Maduro. Hal itu disampaikan seorang pejabat Amerika Serikat pada Kamis (22/1/2026).
Reuters melaporkan, pejabat tersebut mengatakan, meski minyak Venezuela akan dijual di pasar global, pemerintah AS mensyaratkan agar sebagian besar minyak tersebut dijual ke Amerika Serikat. AS menyatakan akan mengendalikan penjualan minyak Venezuela tanpa batas waktu, setelah menangkap Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu.
“Berkat operasi penegakan hukum yang tegas dan berhasil dari Presiden Donald Trump, rakyat Venezuela kini akan memperoleh harga yang adil atas minyak mereka dari China dan negara lain, bukan harga murah dan korup seperti sebelumnya,” ujar pejabat tersebut.
China selama bertahun-tahun menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Penjualan minyak itu membantu Caracas melunasi pinjaman besar dari Beijing melalui skema utang dibayar dengan minyak (debt-for-oil).
Menurut pejabat AS tersebut, pemerintah Trump mengizinkan China membeli minyak Venezuela dengan harga pasar yang wajar, bukan harga rendah yang sebelumnya diterapkan Maduro untuk membayar utang kepada China.
Baca Juga: Nasib Karyawan Amazon: Ribuan Pekerja Terancam PHK Pekan Depan
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pekan lalu bahwa Amerika Serikat kini menerima sekitar US$ 45 per barel untuk minyak Venezuela, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar US$ 31 per barel yang diterima Venezuela sebelum Maduro ditangkap.
Perusahaan perdagangan energi Trafigura dan Vitol telah menjual sekitar 11 juta barel minyak dalam tahap awal kesepakatan pasokan antara Venezuela dan AS. Volume tersebut mencakup sekitar seperempat dari nilai kesepakatan senilai US$ 2 miliar.
Trafigura telah menyelesaikan penjualan minyak mentah pertamanya kepada pelanggan melalui kesepakatan dengan perusahaan Spanyol, Repsol. Sementara itu, Vitol telah menegosiasikan pengiriman minyak ke sejumlah kilang di AS, termasuk Valero dan Phillips 66, serta ke kilangnya sendiri di Italia, menurut sumber.
Tonton: Presiden Filipina Hadapi Upaya Pemakzulan, Rakyat Marah atas Dugaan Korupsi
Para pedagang dan analis memperkirakan impor minyak China dari Venezuela akan merosot mulai Februari. Hal ini terjadi karena semakin sedikit kapal tanker yang berhasil berangkat setelah Amerika Serikat mengklaim kendali atas penjualan minyak negara anggota OPEC tersebut.













